Khawatir Narapidana Kabur, LP Madiun Perketat Penjagaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Blok tahanan dan napi di Lapas Kelas I Madiun. TEMPO/Ishomuddin

    Blok tahanan dan napi di Lapas Kelas I Madiun. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Madiun – Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Madiun, Jawa Timur memperketat pengamanan kepada para narapidana (napi) maupun tahanan sejak Jumat malam, 5 Mei 2017.

    Selain melibatkan sipir, upaya mengantisipasi kaburnya warga binaan seperti yang terjadi di Rumah Tahanan Kelas II-B Kota Pekanbaru Sialang Bungkuk itu juga melibatkan pihak eksternal. “Personel dari Kepolisian Resor Madiun Kota ikut mengantisipasi,” kata Pelaksana Harian LP Kelas I Madiun, Herman Sawiran, Senin, 8 Mei 2017.

    Polisi, kata dia, secara intens melakukan pemantauan di luar bangunan penjara ketika malam hari. Sebagian di antara mereka dengan jumlah rata-rata delapan personel mengendarai sepeda motor patroli.

    Baca: Menteri Yasonna Sebut 448 Napi Kabur di Pekanbaru, 179 Belum Kembali

    “Kalau sebelumnya hanya sekitar empat personel, sejak peristiwa di Pekanbaru ada juga polisi yang berpatroli ke sini dengan menggunakan mobil,’’ ujar Herman.

    Adapun upaya pengamanan yang dilakukan pihak LP, ucap dia, dengan memantau para warga binaan. Jumlah petugas yang diterjunkan sebanyak 13 orang. Mereka ditugaskan melakukan pendekatan secara persuasif kepada para napi maupun tahanan. Apabila muncul tanda-tanda kerusuhan yang salah satunya memicu napi kabur dapat ditanggulangi lebih dini.

    Menurut Herman antisipas sejak dini dilakukan karena potensi narapidana kabur dari LP cukup tinggi. Sebab, warga binaan yang ditampung mencapai 1.024 orang. Jumlah itu melebihi kapasitas yang semestinya, yakni sebanyak 535 orang. “Warga binaan di sini over kapasitas dan sangat mungkin memicu kaburnya narapidana,’’ kata dia.

    Lihat: Kasus Napi Kabur, Yasonna Pertimbangkan Rutan Dikelola Swasta

    Kepala Satuan Pengamanan LP Kelas I Madiun Tjahja Rediantana mengatakan jumlah warga binaan yang melebihi kapasitas dapat menimbulkan gejolak psikologis mereka. Apalagi ditambah dengan terganggunya fasilitas di dalam LP seperti masalah air. “Kalau di sini kelebihan waga binaan iya, tapi fasilitas tetap terpenuhi dengan baik,’’ ujar dia.

    Untuk menghindari kaburnya narapidana, Tjahja menuturkan, sipir rutin melakukan kontrol keliling di dalam LP. Ada beberapa titik, kata dia, yang dinilai rawan seperti kamar mandi dijadikan jalan kabur para warga binaan. “Kami memaksimalkan pengawasannya,’’ ucap dia.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.