Diajak Kalla, Anies Akan Bekerja Sama dengan PMI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies Baswedan saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 21 April 2017. TEMPO/Fardi Bestari

    Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies Baswedan saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 21 April 2017. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia. Menurut dia, selain menjalankan tugas rutin memfasilitasi pendonor darah, PMI juga bertanggung jawab membantu korban bencana.

    "Terima kasih sudah datang gubernur baru. Saya minta supaya bisa bekerja sama," ucap Kalla di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin, 8 Mei 2017. Kalla menyatakan PMI Jakarta tidak hanya melayani penduduk Jakarta. Sebagai ibu kota negara, Jakarta juga didatangi warga dari daerah yang ingin berobat lebih lanjut.

    Baca:
    Jusuf Kalla: 6 Jam Pertama Penting dalam Penanganan Bencana
    Napi kabur, Menteri Yasonna Gebrak Meja

    Karena itu, Kalla, yang menjabat Ketua Umum PMI Pusat, meminta agar pengurus PMI Jakarta bekerja secara profesional. "Di sisi kemanusiaan, PMI tidak hanya membantu masyarakat di Jakarta, tapi juga di Aceh, Jawa Tengah, dan di mana pun," ujarnya.

    Kalla hadir di Kantor PMI DKI Jakarta untuk melantik pengurus baru. Muhammad Ali Reza terpilih sebagai Ketua PMI DKI Jakarta periode 2017-2022.

    Baca: Asal Mula Buih Mirip Salju di Jakarta

    Anies mengatakan posisi Gubernur DKI di kepengurusan PMI Jakarta adalah sebagai ex officio atau pelindung. Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pasti akan bekerja sama dengan PMI karena ruang kerjanya akan berkaitan langsung dengan warga. "Kami akan lihat (kerja samanya) setelah pengurus baru melakukan rapat kerja," tuturnya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.