Buwas BNN: Ada Artis Jadi Bandar Narkoba Jaringan Internasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Waseso menghadiri coffee morning dengan Ketua DPR RI bahas permasalahan narkotika di Indonesia. TEMPO/Aghniadi

    Budi Waseso menghadiri coffee morning dengan Ketua DPR RI bahas permasalahan narkotika di Indonesia. TEMPO/Aghniadi

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso, yang akrab dipanggil Buwas, mengatakan ada artis yang terlibat sebagai bandar narkoba jaringan internasional. Menurut dia, BNN telah mengantongi nama-nama artis yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. 

    "Bukan hanya yang pengguna, ada juga yang menjadi bandar jaringan internasional," kata Buwas saat melakukan dialog dengan artis di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Mei 2017.

    Baca: Diperiksa BNN, Kondisi Iwa K Baik

    Namun Buwas enggan menyebut nama-nama artis yang diduga terlibat penyalahgunaan kasus narkoba tersebut. Ia mengatakan pernyataan itu disampaikan sebagai peringatan agar BNN tidak dianggap menargetkan para artis.

    "Jangan dianggap BNN mencari popularitas dengan menangkap artis. Karena ini bukan masalah artis, tapi dapat menimpa siapa saja," kata Buwas. Menurut dia, dunia artis adalah tempat yang rentan dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

    Beberapa waktu lalu, penyidik Kepolisian Resor Bandar Udara Soekarno-Hatta menetapkan rapper Iwa Kusuma alias Iwa K sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan tiga linting ganja, 1 Mei 2017. Iwa K ditangkap saat akan memasuki Security Check Point (SCP) di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu, 29 April 2017, pukul 05.00. Saat itu Iwa K akan terbang ke Palembang menggunakan pesawat Lion Air JT79.

    Baca: Apa Beda Korban dan Pengguna, Ini Kata BNN Soal Ridho Rhoma

    Penetapan tersangka terhadap Iwa K dilakukan setelah polisi mendapatkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri. Tiga batang rokok merek Djie Sam Su yang dibawa Iwa K dicampur dengan 1,5 gram ganja. Selain itu, urine Iwa K positif mengandung tetrahydrocannabinol (THC), yaitu senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman cannabis atau ganja.

    Kasus narkoba juga membelit Ridho Rhoma. Anak raja dangdut Rhoma Irama itu ditangkap di sebuah hotel di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat pada Sabtu, 25 Maret 2017, pukul 04.00 WIB. Dari tangan Ridho, polisi menyita barang bukti berupa 0,7 gram sabu-sabu.

    Baca: Narkoba di Kalangan Artis, BNN: Seperti Fenomena Gunung Es

    Malam hari setelah Ridho ditangkap, Rhoma Irama langsung menjenguk anaknya di Markas Polres Jakarta Barat. Rhoma mengatakan sudah mengkonfirmasi kepada polisi bahwa anaknya memang terindikasi sebagai pengguna dan pemakai. “Sebagai orang tua, kasihan, sedih. Ridho adalah korban kesekian puluh juta dalam narkoba ini,” katanya.

    ANTARA | NI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berkas yang Diterima dan Dalil yang Ditolak Sidang MK Pra Skors

    Inilah berkas perbaikan Tim Hukum Prabowo - Sandiaga terkait sengketa Pilpres yang diterima dan sejumlah dalil yang ditolak Sidang MK, 27 Juni 2019.