Pemkab Sragen Akan Pikirkan Cara Mengenang Mbah Gotho

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang kerabat membawa potret diri Mbah Gotho dalam upacara pemakaman Mbah Gotho di kediamannya di Dusun Segeran, Sragen, Jawa Tengah, 1 Mei 2017. Disebut-sebut sebagai manusia tertua, Sodimejo alias Mbah Gotho wafat pada usia 146 tahun. Foto: Bram Selo Agung

    Seorang kerabat membawa potret diri Mbah Gotho dalam upacara pemakaman Mbah Gotho di kediamannya di Dusun Segeran, Sragen, Jawa Tengah, 1 Mei 2017. Disebut-sebut sebagai manusia tertua, Sodimejo alias Mbah Gotho wafat pada usia 146 tahun. Foto: Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Sragen - Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengaku terkejut saat mendapat kabar manusia tertua di dunia Sodimejo alias Mbah Gotho meninggal pada 30 April 2017. Menurut dia, selama ini Mbah Gotho tampak sehat.

    "Kami tidak menduga beliau akan meninggal dalam waktu secepat ini," kata Dedy saat ditemui Tempo seusai upacara pemakaman Mbah Gotho, di tempat pemakaman umum Tanggung di Dusun Grasak, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, Senin, 1 Mei 2017.

    Baca: Mbah Gotho, Manusia Tertua di Dunia, Sudah Pesan Nisan Sejak 1992 

    Mbah Gotho sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sragen selama lima hari, 12-17 April 2017. Menurut keterangan dokter, Mbah Gotho menderita sakit lambung karena jarang makan dan minum.

    Menurut Dedy, Bupati Sragen sebelumnya berencana akan menyerahkan tumpeng kepada Mbah Gotho pada peringatan Hari Jadi Sragen pada 24 Mei mendatang.

    Mbah Gotho selama ini dikenal sebagai manusia tertua di dunia. Pria asal Dusun Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, diperkirakan berusia 146. Dalam e-KTP-nya, Mbah Gotho tertulis lahir 31 Desember 1870.

    Ditanya apakah Pemkab Sragen berencana melakukan sesuatu untuk mengenang Mbah Gotho, Dedy mengaku belum memikirkan mengenai hal itu. "Kami belum sempat memikirkan, apakah akan dibuatkan museum, monumen atau apa," ujarnya.

    Baca: Doa Umat Islam dan Kristen untuk Arwah Mbah Gotho

    Kendati demikian, Dedy mengatakan, akan ada saatnya Pemkab Sragen mengenang Mbah Gotho yang turut melambungkan nama Sragen ke dunia internasional. "Nanti pasti akan ada pemikiran ke arah itu. Seperti Kho Ping Hoo, meskin ketiknya, mesin cetaknya, juga akan kami bikinkan museum," ujarnya.

    Perlu diketahui, Kho Ping Hoo alias Asmaraman Sukowati, penulis cerita silat yang terkenal pada era 70’an, lahir di Sragen pada 17 Agustus 1926. Informasi yang dihimpun Tempo, museum yang di bangun di rumah penulis di seputaran Jalan Ahmad Yani Sragen, nantinya akan menampung karya-karya Kho Ping Hoo.

    Dedy menambahkan, selama ini Pemkab Sragen telah menerjunkan timnya untuk memastikan umur Mbah Gotho agar bisa didaftarkan ke  Guinness Book of Record sebagai manusia tertua di dunia. Meski Mbah Gotho sudah meninggal, tim tersebut akan terus bekerja.

    Baca: Mbah Gotho, Manusia Tertua di Dunia Asal Sragen, Meninggal

    Kepastian umur Mbah Gotho masih menjadi teka-teki. Sebab, munculnya angka tahun kelahirannya 1870 didasarkan pada penuturan Mbah Gotho tentang ingatannya pada pembangunan Pabrik Gula Gondang Sragen pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda.
    "Beliau bisa menjelaskan proses pembangunan Pabrik Gula Gondang secara rinci. Padahal pabrik itu dibangun pada 1880," ujar Dedy.

    Cucu Mbah Gotho dari istri keempatnya, Suryanto, belum berpikir ihwal kemungkinan bakal ada museum atau monumen di Sragen untuk mengenang kakeknya itu. "Kami belum berpikir sampai ke sana. Tapi kami akan terus mengenang simbah lewat doa," ucapnya.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.