Aksi Kubur Diri, Tenaga Medis: Lebih Bahaya Dari Semen Kaki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konflik Agraria, Petani Gelar Aksi Kubur Diri di Depan Istana. TEMPO/Caesar Akbar

    Konflik Agraria, Petani Gelar Aksi Kubur Diri di Depan Istana. TEMPO/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima orang petani Telukjambe melaksanakan aksi kubur diri sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilai belum memberikan perhatian pada kasus agraria yang terjadi di Telukjambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Aksi itu digelar di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 25 April 2017.

    Salah sorang petugas medis dari Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih yang mengawasi aksi itu, Elis Ernawati, berpendapat bahwa aksi kubur diri memiliki dampak yang lebih berbahaya daripada aksi menyemen kaki seperti yang sebelumnya dilakukan oleh para petani Kendeng saat memprotes pembangunan pabrik Semen di daerahnya.

    Baca juga:

    Aksi Kubur Diri Petani Telukjambe sampai Jokowi Temui Mereka

    "Khawatir terjadi aspirasi karena makan dan minum dilakukan dalam posisi tidur. Dikhawatirkan makanan masuk ke saluran pernapasan," kata Elis yang sebelumnya juga turut serta mengawal aksi semen kaki dari petani Kendeng. Selain itu, kekhawatiran dia juga bertambah karena posisi leher peserta aksi yang dianggap terlalu rapat dengan papan.

    Permasalahan lain yang perlu diperhatikan dalam aksi ini, menurut Elis, adalah kesemutan dan aliran darah yang tidak lancar karena peserta aksi dituntut tidak bergerak dalam waktu yang lama.

    Baca pula:

    Aksi Kubur Diri Petani Telukjambe, Minta Keadilan ke Jokowi

    Dokter Pradipta Suarsyaf dari pelayanan medis Dompet Dhuafa menambahkan yang perlu diperhatikan dari peserta aksi adalah status dehidrasi karena aksibtersebut juga dilakukan di bawah terik cahaya matahari. "Sehabis itu baru kita cek nadi melalui nadi di leher. Lalu kita cek kesadaran dan status mentalnya juga apakah sanggup atau tidak," ujar dia.

    Dalam aksi pertama ini, tiga orang menyerah karena tubuhnya sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan aksi kubur diri itu. "Karena sesak dan tensinya juga naik," kata Pradipta.

    Selain itu diketahui juga bahwa peserta aksi juga tidak sarapan sebelum aksi, sehingga kondisi tubuh juga kurang prima. Pradipta berpendapat aksi itu sebaiknya dilakukan tidak lebih dari 6 jam mengingat keterbatasan kondisi fisik manusia.

    Serikat Tani Telukjambe Bersatu mengancam akan meneruskan Aksi Kubur Diri hingga Presiden Joko Widodo turun tangan menyelesaikan permasalahan sengketa lahan antara petani dan PT Pertiwi Lestari yang kini menduduki tanah sengketa itu.

    "Hari ini kita kubur diri lima orang, besok sepuluh orang, besok lima belas orang, besok dua puluh orang, sampai Jokowi menemui kita!" kata salah seorang perwakilan petani Telukjambe Aris Wiyono dalam orasinya di hadapan para petani.

    CAESAR AKBAR  I  S. DIAN ANDRYANTO

    Video Terkait:




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.