3 Pendaki Gunung Prau Tewas Terkena Petir, Kawasan Dieng Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pendakian di Gunung Prau, Dieng, Wonosobo. shutterstock.com

    Suasana pendakian di Gunung Prau, Dieng, Wonosobo. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Wonosobo menutup kawasan wisata Gunung Prau, Dieng,  selama sepuluh hari ke depan. Penutupan ini dilakukan menyusul tewasnya tiga pendaki akibat tersambar petir di dekat tower selular di kawasan tersebut.

    "Hujan lebat di kawasan Dieng berbahaya untuk pendakian," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Umum Pemkab Wonosobo, Santoso, Senin, 24 April 2017.

    Baca: Pesan Keluarga ke Korban Sebelum Tersambar Petir di Gunung Prau

    Pada Sabtu siang, 22 April 2017, rombongan yang terdiri dari 11 orang mulai mendaki dari base camp Patakbanteng. Lalu mereka bermalam di kawasan Gunung Prau.

    Hujan lebat mengguyur kawasan Pegunungan Dieng pada Ahad, 23 April 2017 sejak siang hari. Mereka kemudian turun dari Gunung Prau dan mendirikan tenda untuk beristirahat dan makan di sekitar tower telepon selular pada pukul 13.30.

    Tower itu berjarak sekitar tiga kilometer dari Desa Patakbanteng. Sewaktu petir menyambar, ada pendaki yang menghidupkan ponsel. Kilat menyambar 11 pendaki itu, tiga orang di antaranya meninggal. Dua korban mengalami luka bakar, dan enam luka ringan.

    Korban meninggal yakni tiga pekerja swasta Deden Hidayat Maulana, 31 tahun, berasal dari Depok Jawa Barat, Aditya Agung Darmawan, 30 tahun dari Jakarta Timur dan Adi Setiawan, 31 tahun dari Jakarta Timur.

    Baca: 3 Pendaki Gunung Prau Tewas Tersambar Petir

    Ketiganya meninggal di lokasi kejadian karena mengalami luka bakar sangat serius. Dua korban luka bakar dan luka ringan saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Setjonegoro, Wonosobo.

    Tim SAR, polisi dari Kepolisian Resor Wonosobo, petugas Dinas Kesehatan, petugas Pusat Kesehatan Masyarakat Kejajar dan Garung, petugas RSUD, dan penduduk sekitar Gunung Prau mengevakuasi korban setelah mengetahui adanya kejadian tersebut.

    Seorang sopir ambulance Puskesmas Garung, Galih mengatakan evakuasi berlangsung pada Ahad, 23 April 2017, pukul 16.00 dan rampung pukul 20.00. Evakuasi sempat terkendala hujan lebat dan lokasi yang sulit dijangkau.

    Kepada Galih, seorang korban selamat mengatakan beberapa detik sebelum petir menyambar, ada pendaki yang menghidupkan ponsel. "Ada pendaki yang bermain ponsel ketika mereka temukan sinyal," ujar Galih.

    Baca: Seorang Pendaki yang Tewas di Gunung Prau Dimakamkan di Depok

    Duty Manager RSUD Setjonegoro Wonosobo, Hodo, mengatakan tiga jenazah pendaki telah dikirim ke rumah duka di Depok Jawa Barat dan Jakarta Timur. Jenazah tiba pada Senin dinihari, 24 April 2017.

    Delapan korban selamat masih dirawat di rumah sakit. Dari delapan korban selamat, satu di antaranya masih dirawat secara intensif di ICU. Sedangkan, tujuh lainnya dirawat di ruang perawatan biasa. "Korban mengalami trauma," kata Hodo di rumah sakit.

    SHINTA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.