Peringati Hari Bumi, Mahasiswa Makassar Bersihkan Gunung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peringati Hari Bumi, warga Desa Kalilunjur, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegera melakukan mandi lumpur dan penanaman bibit tanaman di sepanjang Jalan Raya Karangkobar, 22 April 2017. TEMPO/BETHRIQ KINDY ARRAZY

    Peringati Hari Bumi, warga Desa Kalilunjur, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegera melakukan mandi lumpur dan penanaman bibit tanaman di sepanjang Jalan Raya Karangkobar, 22 April 2017. TEMPO/BETHRIQ KINDY ARRAZY

    TEMPO.CO, Makassar - memperingati Hari Bumi, Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Selaras (Sintalaras) Universitas Negeri Makassar membersihkan sampah Gunung Bulusaraung. "Momen Hari Bumi ini merupakan rangkaian aplikasi langsung kepada anggota muda Sintalaras terhadap upaya pelestarian alam," kata Ketua Dewan Eksekutif Sintalaras UNM Ihsan saat dihubungi dari Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 23 April 2017.

    Menuru Ihsan, membersihkan sampah di Gunung Bulusaraung merupakan bagian dari  kepedulian kepada bumi yang melibatkan pelajar pencinta alam. "Sintalaras juga melibatkan pelajar yang tergabung dalam Siswa Pencinta Alam atau Sispala dari SMA Negeri 4 Kota Makassar. Mereka sangat antusias dalam kegiatan ini," ujar Ihsan.

    Baca: Hari Bumi, Aktivis Sampaikan Kondisi Gunung Slamet


    Dewan Pembina Sintalaras UNM Achmad Yusran mengatakan, beragam upaya dilakukan untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup di muka bumi. Hari Bumi, kata dia, Dewan Eksekutif Sintalaras (DES), anggota muda, alumni dan dewan pembina Sintalaras menggelar aksi bersih di Taman Nasional Bantimurung-Gunung Bulusaraung (TN-Babul), Kabupaten Pangkep, Sulsel.

    Kegiatan ini bagian dari bentuk mendekatkan diri dengan alam serta menjawab panggilan yang berhubungan dengan alam. "Kegiatan ini sangat positif karena langsung berinteraksi langsung dengan alam, mengenali dan menikmati keindahan alam. Lalu untuk kemudian tergerak untuk melindungi bumi," tutur Ketua Forum Komunitas Hijau Makassar itu.

    Baca: Hari Bumi, Walhi dan Mahasiswa Tanam Mangrove

    Salah satu bentuknya, lanjut aktivis lingkugan itu, melalui aksi bersih di Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep yang lokasinya berada di lokasi area taman nasional.
    "Kegiatan itu juga bertepatan dengan rangkaian kaderisasi anggota muda Sintalaras yang akan menjadi pejuang lingkungan hidup dimana saja kelak mereka berada," ujar Dewan Presidium Kongres Sungai Indonesia ini.

    Sintalaras diketahui terbentuk pada 1984 di kampus IKIP Ujungpandang kini berubah nama menjadi UNM. Pendiri Sintalaras saat itu, yakni Lang Gassa, M Nur Zakaria Leo, Sulaiman Zhiddiq, Abdul Haris, Sri Jayati Ningsih, Ramli Umar, Yatiman, Ambo Two, Abdullah AN, Supriatir, Ecih Sumiasih dan M Agus Siswato.

    Prestasi tertinggi diraih Sintalaras UNM yakni satu-satunya Mapala yang mewakili LSM di Indonesia untuk mengikuti pelatihan Hutan Kemasyarakatan di Nepal, India pada 1999. Peringatan Hari Bumi, setiap tahun Sintalaras UNM selelau memperingatinya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.