Pilkada Jawa Barat, Garda Bangsa Dukung Bupati Dedi Mulyadi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkala hitam dan mengenakan ikat kepala putih, menghadiahkan sebuah patung Harimau Sancang untuk dijadikan pengganti patung

    Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkala hitam dan mengenakan ikat kepala putih, menghadiahkan sebuah patung Harimau Sancang untuk dijadikan pengganti patung "Harimau Lucu" di markas Koramil Cisewu, Garut, 19 Maret 2017. Humas Pemkab

    TEMPO.CO, Purwakarta - Ketua Umum Pusat Garda Bangsa Cucun Akhmad Syamsurizal mendorong Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi agar mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat.

    "Garda Bangsa akan mengantarkan Kang Dedi (panggilan akrab Dedi Mulyadi), leading di Pilgub Jabar," ujar Cucun saat bersilaturahmi  di rumah dinas Bupati Purwakarta, Sabtu, 15 April 2017.

    Menurut Cucun, bagi Garda Bangsa dukungan terhadap pencalonan Dedi sudah final. Hanya saja PKB selaku  induk Garda Bangsa masih mewacanakan. "Tapi, di tingkat  PKB Jawa Barat, sudah ada pembicaraan (pencalonan Dedi)," ujar dia.

    Baca: Pilkada Jawa Barat, Kubu Partai Golkar Kental Dukung Bupati Dedi

    Cucun berujar Garda Bangsa mencalonkan Dedi dengan pertimbangan yang bersangkutan berhasil membangun Purwakarta dengan sentuhan kearifan lokal yang berbasis Keseundaan.

    "Kecuali itu, Kang Dedi, juga telah mengajarkan Kitab Kuning yang menjadi rujukan di pesantren berbasis Nahdatul Ulama (NU) di sekolah-sekolah umum," ungkap Wakil Sekretaris Fraksi PKB di DPR Itu.

    Dedi mengapresiasi dukungan  Garda Bangsa tersebut. "Alhamdulillah, gagasan-gagasan saya dalam membangun Purwakarta yang berbasis Kesundaan diapresiasi juga oleh para kiai dan ulama NU," ujarnya.

    Simak: Maju Pilkada Jawa Barat, Ridwan Kamil Tak Ingin Jadi Kader Partai

    Dedi yang juga Wakil Ketua Bidang Keorganisasiasn NU Purwakarta mengatakan pengakuan para ulama  NU itu secara otomatis mendegradasi tudingan sebagian warga Purwakarta yang menyatakan bahwa berbagai program pembangunannya sering bertentangan dengan Islam.

    "Karena para ulama dan kiai NU memiliki kemampuan mengkaji Kitab Kuning dan keagamaan secara holistik, sehingga tidak gampang menuduh dan selalu bertabayun dalam menanggapi berbagai permasalahan," tutur Dedi.

    Namun Dedi menuturkan dia  belum bisa memutuskan bersedia tidaknya maju sebagai calon gubernur. "Saya masih berfokus menyelesaikan semua janji kampanye dalam membangun Purwakarta di masa akhir jabatan saya," ucap Dedi.

    NANANG SUTISNA

    Simak: Quick Count Pilkada DKI Putaran 2


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.