Jokowi Bagikan Kartu Pintar dan Sepeda di Lokasi Bom Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menunjukkan kartu Indonesia Sehat saat memberi sambutan pada Kunjungan Kerja di Kota Bandung, 12 April 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Jokowi menunjukkan kartu Indonesia Sehat saat memberi sambutan pada Kunjungan Kerja di Kota Bandung, 12 April 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung - Presiden Joko Widodo menyambangi Taman Pendawa di Jalan Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kota Bandung, di sela kunjungan kerjanya di Kota Bandung. Di tempat itu dia memberikan simbolis Kartu Indonesia Pintar pada siswa sekolah, Kartu Indonesia Sehat, serta bertemu dengan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan sepeda lewat kuis.

    Lapangan Pandawa di Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung sempat menjadi sasaran peledakan bom panci pada 27 Februari 2017. Pelaku peledakan bom, Yayat Cahdiyat, akhirnya tewas setelah dikejar warga dan sempat bersembunyi di Kantor Kelurahan Arjuna yang berjarak kurang dari 200 meter dari lapangan tersebut.

    Baca: Presiden Jokowi Minta Polisi Cari Penyerang Novel Baswedan

    Dalam rangka kunjungan Presiden, lapangan itu dipasang tenda. Masyarakat pun terlihat memenuhi Lapangan Pandawa untuk melihat Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungan kerja ke Bandung, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Ahmad Heryawan, serta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

    Jokowi mengaku, sejak tiga bulan lalu diminta Ridwan Kamil untuk membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta Pemberian Makanan Tambahan di Kota Bandung. “Hari ini saya hadir di sini. Ini janji saya, saya penuhi Pak Wali,” kata dia di sela acara itu, Rabu, 12 April 2017.

    Jokowi menjelaskan kegunaan masing-masing kartu yang menjadi program unggulannya kepada warga. Kartu Indonesia Sehat misalnya, kata Jokowi sambil menunjukkan kartu miliknya, “Saya juga punya kartu sehat.”

    Menurtu Jokowi, rumah sakit wajib melayani pemilik kartu sehat yang iurannya dibayar oleh pemerintah.” Kalau ada pelayanan yang tidak baik karena membawa kartu sehat ini, tolong dilaporkan, bisa ke Pak Wali Kota, bisa ke Pak Gubernur, bisa ke Bu Menteri. Kalau masih enggak ditanggepin, nanti bisa lapor ke Presiden,” kata dia.

    Jokowi mewanti-wanti para dokter dan pengelola rumah sakit agar melayani dengan baik pemegang Kartu Indonesia Sehat. Dia bahkan mengancam akan mencopot dokter yang ketahuan tidak melayani pemegang kartu sehat. “Kalau sudah dibilang dan tenang-tenang saja, nanti saya perintahkan dicopot,” kata dia.

    Baca juga: Setya Novanto Dicekal, Fahri: DPR Kirim Surat Protes ke Jokowi

    Setelah menjelaskan Kartu Indonesia Sehat, Jokowi kemudian menerangkan kegunaan Kartu Indonesia Pintar yang diberikan kepada siswa sekolah. Untuk siswa SD, kata Jokowi, mendapatkan Rp 450 ribu per tahun, Rp 750 ribu untuk siswa SMP, dan RP 1 juta bagi siswa SMA. “Cukup enggak? Yang bilang enggak cukup, silakan maju,” kata Jokowi.

    Seperti di daerah lain, Jokowi juga mengingatkan para siswa yang mendapatkan KIP agar tidak membelanjakan uang itu untuk membeli pulsa telepon. “Kartu Indonesia Pintar dipakai beli pulsa akan dicabut kartunya. Kita janjian ya, karena setiap tahun akan diberikan,” kata dia.

    Setelah menjelaskan dua kartu itu, Jokowi melanjutkan penjelasannya pada program Pemberian Makanan Tambahan berupa kue kepada ibu hamil, balita, dan siswa sekolah. Kata Jokowi, bagi ibu hamil dengan usia kandungan di bawah tiga bulan misalnya, cukup 2 keping kue per hari, usia kandungan lebih besar 3 keping per hari. “Tapi tetap ditimbang di Puskesmas, kalau sudah kelebihan berat, nanti dikurangi,” kata Jokowi.

    Menurut Jokowi program Pemberian Makanan Tambahan itu menjadi investasi negara yang akan dipetik 20-30 tahun lagi. “Kalau gizinya cukup di kandungan, balita ini ke depan cerdas, pintar. Agar bangsa kita bisa bersaing dengan bangsa lain,” kata dia.

    Simak pula: Masjid Raya Daan Mogot Diresmikan 16 April oleh Presiden Jokowi

    Begitu juga dengan Program Keluarga Harapan (PKH). Pemegang kartu nontunai mendapat bantuan pemerintah Rp 1,89 juta per tahun. “Bisa diambil 4 kali di bank. Tidak usah tergesa-gesa. Kalau tidak diambil pun jadi tabungan ibu-ibu di bank,” kata Jokowi. Dia berpesan kepada para ibu yang menjadi peserta PKH agar tidak menggunakan uang itu untuk membelikan rokok suaminya.

    Pada kesempatan itu, Jokowi juga membagikan 6 sepeda kepada siswa sekolah dan warga yang hadir melalui kuis. Irgi, siswa SD Pajajaran yang menduduki ranking 1 sejak kelas 4 sampai kelas 6, menjadi orang pertama yang mendapatkan sepeda dari Jokowi. Selanjutnya, Presiden Jokowi memanggil siswa yang berprestasi di bidang olahraga, Ahmad Jaelani siswa Kelas 11 yang mengaku juara futsal se-kecamatan, serta Rendi juara silat di Kota Bandung dan Jawa Barat.

    Jokowi meminta Ahmad menceritakan soal futsal. Setelah mendengarkan cerita Ahmad, Jokowi memintanya kembali duduk. "Silakan kembali," kata Jokowi. Ahmad pun kembali ke tempat duduknya. Namun, tak lama kemudian, dia dipanggil lagi oleh Jokowi. "Mau sepeda enggak kamu, kok langsung pergi. Tanya dulu, Pak, saya dapat sepeda ndak?" ucapan Jokowi langsung disambut tawa warga yang hadir. “Tuh sepedanya ambil.” Berbeda dengan Ahmad, Rendi mendapat sepeda setelah menunjukkan keahlian silat.

    Jokowi memberikan tiga sepeda yang lain kepada pelajar dan warga yang bisa menjawab kuis yang diajukannya. Seorang ibu, misalnya diminta menyebutkan 5 suku yang ada di Indonesia. Selain itu, seorang bapak diminta membacakan lima sila Pancasila, dan seorang pelajar diminta menjawab 7 provinsi yang ada di Indonesia.

    Setelah membagikan kartu dan sepeda di Lapangan Pandawa, Jokowi meninjau Teras Cihampelas serta pembagian sertifikat tanah yang menjadi bagian program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kota Bandung. Presiden dijadwalkan menginap di Bandung dan melanjutkan kunjungan kerjanya besok di Cirebon.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.