Oesman Sapta Jenguk Novel Baswedan, Hanya Bertemu Keluarga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD, Oesman Sapta Odang menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Jakarta Eyes Center Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Ketua DPD, Oesman Sapta Odang menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Jakarta Eyes Center Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pejabat dan tokoh mengunjungi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang tengah dirawat di rumah sakit mata Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat.

    Salah satu yang juga datang adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang baru, Oesman Sapta Odang.

    Baca juga: Abraham Samad Kutuk Serangan terhadap Novel Baswedan

    Tiba sekitar pukul 17.45 WIB, Oesman datang dengan mobil dinasnya yang kini bernomor polisi RI-7. Dia masuk tanpa banyak menanggapi pertanyaan awak media, dan keluar dari JEC sekitar 15 menit kemudian.

    "(Saya) ketemu keluarganya. Beliau masih istirahat dan tak bisa diganggu," ujar Oesman di depan JEC Menteng, Selasa, 11 April 2017.

    Oesman merasa prihatin terhadap kondisi Novel setelah diserang dengan air keras oleh orang tak dikenal. Dia mengaku mendengar cerita itu dari keluarga Novel mengenai serangan serupa.

    "Keluarganya cerita ke saya bahwa (serangan) ini bukan sekali. Ini lima kali dan ini pertama kali saya baru dengar. Kita berdoa semoga cepat sembuh dan penegakan hukum ditegakkan," ujar Oesman singkat.

    Dia menolak berkomentar mengenai rencana Ketua DPR Setya Novanto membesuk Novel. Setya kini menjadi salah satu saksi penting bagi KPK dalam pengusutan kasus mega korupsi e-KTP.

    "Tak ada urusan (saya soal) itu," ucap Oesman.

    Simak juga: Buru Penyerang Novel Baswedan, Polisi Periksa CCTV dan Cairan

    Tak sampai setengah jam setelah kunjungan Oesman, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Komisioner KPK Laode Muhammad Syarif menyambangi JEC Menteng. Keduanya hanya tersenyum dan berjalan masuk tanpa sepatah kata pun saat diberondong pertanyaan oleh wartawan.

    Novel sempat dirawat di RS Mitra Keluarga, Kepala Gading, sebelum dirujuk ke JEC. Setelah dipindahkan ke rumah sakit mata tersebut, dia sempat dibesuk oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md, pendiri Museum Rekor Dunia-Indonesia atau MURI Jaya Suprana, serta Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.