Sidang Ahok, Tim Pengacara Temukan Dua Kelemahan P21 Berkas Perkara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kedua kiri) berbincang dengan penasehat hukumnya saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 29 Maret 2017. ANTARA FOTO

    Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kedua kiri) berbincang dengan penasehat hukumnya saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 29 Maret 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menemukan dua kelemahan atas putusan jaksa penuntut umum yang menyatakan bekas perkara P21 atau dianggap lengkap.

    “Dari tiga belas yang jadi pelapor tidak melihat (kejadian) dan barang bukti video tidak bisa dibuka sebagian,” kata I Wayan Sudirta kepada awak media di Cemara Media Center, Kemang, Jakarta, Rabu, 5 April 2017.

    Baca: Ahok Ungkap Muasal Wi-Fi Al-Maidah dan Password Kafir di Sidang

    Wayan Sudirta menjelaskan, sesuai dengan KUHAP, pelapor tidak memiliki kekuatan yang sama dengan saksi. Pelapor boleh siapa saja, tapi, menurut Wayan, saksi hanyalah orang yang benar-benar berada di tempat kejadian dan menyaksikannya. Dia juga mengatakan seharusnya pelapor tidak bisa menjadi saksi, tapi pihaknya tidak protes ihwal hal ini. “Ke depan polisi atau jaksa apakah masih mau menggunakan tradisi ini. Sebenarnya tidak boleh,” ujarnya.

    Kelemahan lain berkas perkara P21 milik Ahok adalah barang bukti yang sebagian besar tidak dibuka. Wayan mempertanyakan apakah jaksa saat menerima sudah melakukan pemeriksaan barang bukti. Dia kembali mengatakan putusan lengkapnya berkas perkara Ahok dianggap memalukan. 

    “P21 dikeluarkan di mana tidak ada saksi yang melihat, lalu alat bukti tidak bisa dibuka,” kata Wayan menjelaskan pernyataan terkait dengan putusan P21 yang dianggap ganjil.

    Simak pula: Ahok Sebut Habib Rizieq Pembohong, Ini Alasannya

    Meskipun demikian, Wayan mengaku pihak pengacara Ahok tidak melakukan protes demi kelancaran proses sidang. 

    Berdasarkan kelemahan P21 tersebut, Wayan menyimpulkan seharusnya jaksa bisa menuntut bebas Ahok. Kesimpulan Wayan tersebut terbentur kebijakan kejaksaan yang tidak memperbolehkan menuntut bebas terdakwa yang sudah diajukan ke pengadilan. Namun Wayan curiga pernyataan P21 tidak terlepas dari tekanan massa yang melakukan aksi demo besar-besaran. 

    BENEDICTA ALVINTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.