Pilkada Jatim, PDIP Surabaya Isyaratkan Dorong Risma Maju

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tapin Kalimantan Selatan Arifin Arpan, Bupati Malinau Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan, Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tapin Kalimantan Selatan Arifin Arpan, Bupati Malinau Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan, Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta -  DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya memberikan sinyal dukungan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk maju di Pilkada Jatim 2018.

    "Surabaya mengusung kader terbaik. Bu Risma merupakan kader terbaik," kata Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Sukadar kepada Antara di Surabaya, Selasa 21 Maret 2017.

    Meski demikian, ia masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari DPP PDIP yang mengatur rapat kerja cabang khusus (rakercabsus) untuk menjaring pencalonan. "Dari rakercabsus tersebut akan disampaikan ke rakerdasus (DPD PDIP Jatim)," kata Sukadar yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya.

    Baca: Pilkada Jatim, NasDem Pertimbangkan Gus Ipul dan Khofifah

    Selain itu, Sukadar menjelaskan, hal yang juga menentukan siapa calon yang diusung adalah hasil survei PDIP yang mencakup elektabilitas dan popularitas. Jika survei itu dilakukan, diperkirakan yang berpeluang mendapat poin tertinggi adalah Risma yang memiliki elektabilitas dan popularitas.

    Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifudin Zuhri menuturkan dukungan itu didasarkan atas prestasi Risma dan realita politik saat ini. Selain itu, Risma adalah kepala daerah yang masuk daftar calon potensial yang diusung DPD PDIP Jatim. "Kami tahu bagaimana prestasi bu Risma selama ini, bukan hanya di level nasional, bahkan internasional," ujarnya.

    Sejumlah penghargaan yang diraih Risma, di antaranya, Bung Hatta Anti Anti Corruption Award 2015, Nominasi 10 wanita paling inspiratif versi Majalah Forbes tahun 2013, kemudian menerima penghargaan Ideal Mother Award 2016 yang diadakan di Universitas Kairo Mesir.

    Baca: Pilkada Jatim, Bupati Banyuwangi Masuk Bursa?

    "Tak heran, jika banyak pemerintah daerah dan instansi pemerintah lainnya yang melakukan studi banding ke Pemkot Surabaya. Bahkan, kota-kota di negara lain ingin menjalin sister city dengan Surabaya," tutur dia.

    Syaifudin menambahkan, bagi warga Surabaya, cukup banyak sebenarnya kemajuan yang ditorehkan Risma. Mulai dari pembangunan secara fisik hingga pelayanan kemasyarakatan.

    Ia mencontohkan beberapa perubahan itu antara lain mewujudkan Surabaya bersih dari sampah, membangun pedestrian dengan konsep modern, menciptakan banyak ruang terbuka hijau, menciptakan sistem penganggaran dan pelayanan yang berbasis elektronik, hingga membangun jalur tol MERR II C (Middle east Ring road) dan Froantage Road guna mengurai kemacetan di Kota Pahlawan ini. "Mungkin jumlahnya lebih banyak dari yang saya sebutkan itu," ucap dia.

    Sekretaris PDIP Surabaya ini mengatakan konstelasi politik di Jawa Timur saat ini mulai menghangat, seiring dengan munculnya sejumlah nama yang diunggulkan dan berpeluang diusung partai politik dalam Pilkada Jatim 2018.

    Baca: Pilkada Jawa Timur 2018, Siapa Kandidat Demokrat?

    Dari beberapa nama yang muncul di antaranya Wagub Jatim Syaifullah Yusuf dan Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa. Sedangkan, beberapa nama lainnya diunggulkan karena ketokohan dan kinerjanya, seperti Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan beberapa calon lainnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.