32 Perusahaan Kembangkan 1,1 Juta Hektare Hutan Tanaman Energi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hutan di Indonesia. Greenpeace.org

    Ilustrasi hutan di Indonesia. Greenpeace.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengungkapkan sebanyak 32 perusahaan siap untuk mengembangkan hutan tanaman energi seluas 1,1 juta hektare.

    "Hutan tanaman energi yang dikembangkan, khususnya adalah untuk menghasilkan biomassa. Pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku energi diyakini lebih mudah dan dekat untuk mencapai tahap masal," katanya di Jakarta, Selasa, 21 Maret 2017.

    Baca juga: Pemerintah Berjanji Carikan Pasar untuk Hasil Hutan Adat

    Menurut Indroyono , rinciannya ada 10 unit yang sejak awal memang disiapkan untuk hutan tanaman energi dengan luas total sekitar 297.645 hektare. Selain itu, ada sekitar 22 unit lagi yang sudah menyatakan komitmen untuk pengembangan hutan tanaman energi dengan luas konsesi sekitar 790 ribu hektare.

    Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman itu mengatakan, tantangan paling besar untuk pengembangan hutan tanaman energi adalah harga jual listrik yang dihasilkan masih lebih tinggi dari tarif dasar listrik saat ini.

    Ketentuan saat ini mengatur Harga Jual Listrik dari energi baru dan terbarukan ke PLN dipatok maksimal 85 persen dari Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik masing-masing wilayah. Berdasarkan kebijakan tersebut, lanjut Indroyono, pengembangan bioenergi dari biomasa di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah akan penuh tantangan karena harga listrik yang dihasilkan lebih mahal ketimbang biaya pokok produksi listrik di wilayah itu.

    Simak pula: Delegasi 16 Negara NARBO Kunjungi Hutan Konservasi Jatiluhur

    "Meski demikian, untuk wilayah Indonesia timur masih ada peluang. Sebab disana banyak memanfaatkan pembangkit diesel yang harga listriknya lebih mahal," katanya.

    Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, hutan mampu memasok energi terbarukan untuk kebutuhan manusia. Pada saat yang sama, ujar Siti, pengelola hutan berkelanjutan juga bisa menopang kehidupan dan menjadi benteng dari bencana perubahan iklim.

    "Indonesia memiliki banyak potensi sumber energi terbarukan. Semuanya terkait langsung dengan keberadaan hutan dan lingkungan hidup," katanya saat peringatan Hari Hutan Internasional di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa, 21 Maret 2017.

    Sumber energi terbarukan itu di antaranya adalah biofuel, biomassa, panas bumi, air, angin, matahari, gelombang laut dan pasang surut. Saat ini sekitar 90 persen energi di Indonesia masih menggunakan energi berbahan fosil seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam, sisanya, kurang dari 10 persen yang sudah memanfaatkan energi terbarukan.

    Lihat juga: IUCN: Perusakan Hutan Ancam Kepunahan 300 Spesies Primata

    Untuk pengembangan energi terbarukan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah mengkaji pengembangan hutan tanaman energi. Tanaman yang dimanfaatkan adalah jenis yang bisa digunakan sebagai energi biofuel dan biomassa. Misalnya ekaliptus, sengon, nyamplung, akasia, kaliandra, dan kemiri.

    Menteri Siti juga mengungkapkan ada potensi panas bumi sebanyak 48 titik di hutan konservasi, 56 titik di hutan lindung, dan 50 titik di hutan produksi. Sementara itu, ada 145 titik di areal penggunaan lain yang berpotensi sebagai sumber panas bumi, tambahnya, jika dimanfaatkan, titik panas bumi itu bisa menghasilkan energi listrik hingga 28.617 megawatt.

    "Lokasinya antara lain di Telaga Bodas, Kamojang, Batang Gadis, Kerinci Seblat, Halimun Salak, Ciremai, Rinjani, dan Bogani Nawarta Bone," kata Menteri Siti.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.