8 Warga Brebes Korban Perdagangan Orang Ditangkap Imigrasi Johor  

Reporter

Editor

Pruwanto

Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Brebes - Delapan warga Desa Cenang, Songgom, Brebes, Jawa Tengah, diduga menjadi korban perdagangan orang ditangkap oleh Imigrasi Johor, Malaysia. Keluarga melaporkan calo yang memberangkatkan mereka ke Kepolisian Resor Brebes.

“Supaya tidak ada lagi tenaga kerja yang nasibnya seperti anak saya,” kata Tokadi orang tua dari Ahmad Ghozali, 18 tahun, salah satu korban.

Baca juga: Cegah Praktik Human Trafficking, Kediri Perketat Urus Paspor

Tokadi melaporkan Tarmudi, tetangganya yang diduga sebagai calo, yang mengajak anaknya untuk berangkat ke Malaysia. Waktu itu Tokadi tak curiga, sebab dia percaya dengan tetangganya yang sering merekrut tenaga kerja ke Malaysia. "Saya gak tahu kalau itu resmi atau tidak,” kata Tokadi di rumahnya, Senin 20 maret 2017. “Yang saya tahu dia (Tarmudi) sudah biasa mengajak orang ke sana."

Laporan Investigasi di Majalah Tempo 20-26 Maret 2017 tentang perdagangan manusia melaporkan jaringan serta modus yang digunakan para pelaku perdagangan manusia menjebak korbannya, khususnya TKI dari Nusa Tenggara Timur. Jika jumlah TKI legal di Malaysia mencapai 1,2 juta orang. Jumlah TKI ilegal diperkirakan dua kali lebih besar. Mereka kerap tak memperoleh haknya, bahkan terkadang disiksa atau dibunuh

Infografik: Berdagang Orang ke Malaysia

Tokadi pun mengeluarkan duit hingga Rp 5 juta untuk memberangkatkan Ghozali. Uang dibayar dua kali, yang pertama Rp 3,5 juta dan yang kedua pada saat pemberangkatan sebesar Rp 1,5 juta. "Jadi delapan orang itu masing-masing Rp 5 juta," kata dia.

Investigasi: Jaringan 'Mafia' Penjual Manusia

Ahmad Ghozali merupakan satu dari delapan orang yang ditangkap Imigrasi Johor dan menjadi korban perdagangan orang. Tujuh orang lainnya adalah Hendra Setiawan, 23 tahun; Hermansyah, 27 tahun; Apris Prasmono, 20 tahun; Torikun, 30 tahun; Jono, 30 tahun; Amar, 28 tahun; dan Sahroni, 25 tahun. Mereka menuju ke Malaysia pada akhir November 2016.

Simak pula: 13 Tersangka Human Trafficking Diserahkan ke Pengadilan Kupan

Orang tua Apris Pramono, Sunarto mengatakan anaknya yang berusia 20 tahun, berangkat bersama teman-temannya. Dia berutang kepada tetangga agar anaknya bisa bekerja di luar negeri. "Ya waktu itu memang disuruh bayar,” kata dia.

Tarmudi, perekrut delapan warga tersebut mengaku tak mengetahui apa yang dilakukannya legal atau ilegal. Dia bahkan tak bisa menunjukkan dokumen-dokumen anak-anak yang dikirimkan ke Malaysia. Kuaitansi pembayarannya pun tak dia tunjukkan. "Ya memang tidak ada kuitansi," kata dia saat ditemui di rumahnya.

Tarmudi mengakui bekerja sebagai calo tenaga kerja di luar negeri selama 16 tahun atau sejak 2001. Ia mengaku bekerja untuk PT. Alkurni, perusahaan jasa pengiriman tenaga kerja yang berlokasi di Brebes.

Lihat juga: 4 Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan ke Kupang

Menurut anggota Satuan Gugus Tugas Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Kabupaten Brebes, Rini Pujiastuti, kasus tersebut sudah mengindikasikan unsur perdagangan orang. "Karena memang keberangkatan mereka tidak disertai dokumen lengkap," kata dia.

MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

Video Terkait:
Investigasi Majalah Tempo: Perdagangan Manusia ke Malaysia
Korban Perdagangan Manusia, 8 TKI Brebes Diselundupkan Lewat Laut






Polisi Malaysia Selamatkan 6 Wanita Indonesia Korban Perdagangan Manusia

18 hari lalu

Polisi Malaysia Selamatkan 6 Wanita Indonesia Korban Perdagangan Manusia

Kepolisian Malaysia menyelamatkan enam wanita Indonesia, berusia 20 hingga 35 tahun, yang menjadi korban perdagangan manusia


Ratusan Warga Malaysia Jadi Korban Penipuan Tenaga Kerja di Kamboja

21 hari lalu

Ratusan Warga Malaysia Jadi Korban Penipuan Tenaga Kerja di Kamboja

Sebanyak 195 warga Malaysia menjadi korban sindikat penipuan tenaga kerja di Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand. Baru 87 berhasil diselamatkan.


Jumlah WNI di Kamboja yang Diselamatkan dari Penyekapan Bertambah

52 hari lalu

Jumlah WNI di Kamboja yang Diselamatkan dari Penyekapan Bertambah

Jumlah WNI yang diselamatkan dari penyekapan di Kamboja, bertambah. Sekitar 12 orang di antaranya, akan dipulangkan ke Jakarta hari ini.


Menlu Retno Temui Kepala Kepolisian Kamboja, Ajak Kerja Sama Cegah Perdagangan Manusia

55 hari lalu

Menlu Retno Temui Kepala Kepolisian Kamboja, Ajak Kerja Sama Cegah Perdagangan Manusia

Menlu Retno Marsudi bertemu dengan Kepala Kepolisian Kamboja, Jenderal Neth Savouen membahas kerja sama pencegahan perdagangan manusia


Puan Maharani Sebut Indonesia Darurat Perdagangan Manusia

56 hari lalu

Puan Maharani Sebut Indonesia Darurat Perdagangan Manusia

Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan langkah pencegahan agar pekerja migran Indonesia di luar negeri tak jadi korban perdagangan manusia.


Hari Anti-Perdagangan Manusia Dunia, Peringkat Indonesia Memburuk

58 hari lalu

Hari Anti-Perdagangan Manusia Dunia, Peringkat Indonesia Memburuk

Tingkat kejahatan perdagangan manusia secara umum di Asia Tenggara naik, sementara peringkat Indonesia turun dalam daftar yang dikeluarkan AS.


Retno Marsudi Kontak Menlu Kamboja, Minta 60 WNI Dibebaskan

58 hari lalu

Retno Marsudi Kontak Menlu Kamboja, Minta 60 WNI Dibebaskan

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan, Retno sudah meminta Kamboja untuk membebaskan WNI tersebut.


Vietnam, Kamboja, Makau Masuk Dalam Daftar Hitam Perdagangan Manusia Versi AS

20 Juli 2022

Vietnam, Kamboja, Makau Masuk Dalam Daftar Hitam Perdagangan Manusia Versi AS

AS merilis daftar negara-negara yang terlibat dalam perdagangan manusia. Dari Asia adalah Vietnam, Kamboja dan Makau. Sebelumnya ada pula Malaysia.


Amerika Serikat Tuding Rusia Rekrut Tentara Anak-Anak dan Terlibat Perdagangan Manusia

20 Juli 2022

Amerika Serikat Tuding Rusia Rekrut Tentara Anak-Anak dan Terlibat Perdagangan Manusia

Rusia sering muncul di seluruh laporan Amerika Serikat karena invasi ke Ukraina


Indonesia Optimis Australia Buka Pintu Luas Bagi Penempatan Tenaga Kerja Indonesia

7 Juni 2022

Indonesia Optimis Australia Buka Pintu Luas Bagi Penempatan Tenaga Kerja Indonesia

Penempatan nanti hanya akan diisi oleh tenaga terampil