Sidang E-KTP, Pesan Setya Novanto: Bilang Tidak Kenal Saya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto saat berkunjung ke kantor Tempo Media Grup, Jakarta, 8 Maret 2017. TEMPO/Subekti

    Ketua DPR Setya Novanto saat berkunjung ke kantor Tempo Media Grup, Jakarta, 8 Maret 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraini, mengatakan dia pernah menerima titipan pesan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto untuk mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman. Isi pesan itu diutarakan Diah saat bersaksi dalam sidang e-KTP atau korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik.

    Diah mengatakan pesan Setya Novanto disampaikan kepadanya saat acara pelantikan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. Kala itu, Setya masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

    Baca juga:
    Laporkan Setya Novanto, MAKI Klaim Punya Bukti Foto Pertemuan

    "Kebetulan kami berbaris mau salaman sama Ketua BPK yang baru," kata Diah kepada majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 16 Maret 2017. "Pak Setya Novanto menyampaikan, 'Tolong sampaikan ke Irman, kalau ketemu orang, ditanya, bilang saja tidak kenal saya."

    Diah mengatakan ia tak kunjung bertemu dengan Irman setelah itu. Sebab, ia tak lagi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dalam Negeri kala itu. Ia pun meminta Zudan Arif Fakrulloh dari Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri untuk menyampaikan pesan Setya Novanto kepada Irman.

    Baca pula: 
    Sidang E-KTP, Eks Sekjen Kementerian Dalam Negeri Akui Terima Duit US$ 500 Ribu
    Eks Sekjen Kemendagri, 1 dari 14 yang Kembalikan Duit E-KTP

    Diah memastikan bahwa pesan itu sudah sampai ke Irman. Sebab, kata dia, Irman sudah mengkonfirmasi kepada penyidik. "Saya tahu pesan sudah disampaikan karena saya sudah dikonfirmasi kepada Irman oleh penyidik," tuturnya.

    Irman didakwa bersama Sugiharto, Diah, Setya Novanto, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan proyek e-KTP, sehingga membuat negara rugi Rp 2,3 triliun. Pada perkara ini, Setya Novanto disebut ikut mengawal agar pendanaan proyek senilai Rp 5,9 triliun ini mendapatkan persetujuan dari DPR.

    Dukungan Setya Novanto terungkap saat Diah membeberkan adanya pertemuan antara dia, Irman, Sugiharto, Andi Agustinus, dan Setya Novanto di Hotel Gran Melia pada Februari 2010. Dalam pertemuan yang singkat, Setya mengatakan, "Di Departemen Dalam Negeri ada program e-KTP, ayo kita jaga bersama-sama," ucapnya.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.