Tragedi di Kediri, Anak Cangkul Ibu hingga Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Kediri - Boimin mencangkul kepala ibu kandungnya hingga tewas. Para tetangga terlambat menyelamatkan nyawa si ibu meski sempat berteriak minta tolong.

    Peristiwa berdarah ini terjadi di Dusun Ringinsari, Desa Sempu, Kabupaten Kediri, Selasa pagi 7 Maret 2017, saat sebagian warga sedang berada di sawah. Keheningan warga desa pecah saat Jaini, 69 tahun, perempuan tua yang tinggal bersama anaknya, Boimin, berteriak minta tolong.

    “Saya langsung mencarinya dan tak menemukan siapa pun di dalam rumah Bu Jaini,” kata Suwandi, Kepala Dusun Ringinsari, yang juga tetangga korban, Selasa, 7 Maret 2017.

    Baca: Ernest Prakasa Berterimakasih Permintaan Maafnya Diterima JK

    Pencarian bersama warga itu berujung histeris saat Jaini didapati terbujur di samping rumahnya dengan kepala bersimbah darah. Di sampingnya, berdiri mematung anaknya, Boimin, sambil memegang cangkul yang berlumuran darah. Warga yang memeriksa kondisi perempuan malang itu mendapati korban sudah meregang nyawa.

    Takut pelaku yang memegang cangkul mengamuk, warga menghubungi Kepolisian Sektor Ngancar, yang segera menangkap Boimin. Pria berambut agak gondrong yang sebagian warnanya telah memutih tersebut seketika diborgol dan dibawa ke Markas Polsek Ngancar. Sedangkan si ibu yang meninggal dunia dengan luka menganga di kepala—diduga akibat dicangkul—dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk diautopsi.

    Suwandi menjelaskan, sehari-hari, Jaini tinggal serumah dengan Boimin, yang ditengarai mengidap kelainan jiwa. Sejak pulang dari merantau di Aceh, pria paruh baya ini kerap terlihat marah dan memukul ibunya. Namun dia tidak menduga Boimin tega menghabisi nyawa ibunya dengan biadab.

    Baca: Video Pria Mengaku Anak Kim Jong-nam Muncul di YouTube

    Kepala Polsek Ngancar Ajun Komisaris Hadi Purnomo menyatakan saat ini masih mengamankan Boimin di kantornya. Hal ini untuk menghindari pelaku mengamuk ataupun reaksi warga yang marah.

    Meski pelaku terindikasi gila, Hadi enggan memastikan kondisi kejiwaannya. Hal itu masih akan dikonsultasikan dengan tim psikiater Kepolisian Daerah Jawa Timur karena menyangkut pertanggungjawaban hukum kepadanya. “Nanti tunggu pemeriksaan psikologis,” ucapnya.

    Adapun Boimin yang terlihat duduk di kursi Mapolsek dengan tangan terikat tampak sulit diajak berkomunikasi oleh petugas. Dia hanya menuturkan perempuan yang baru saja dihabisinya bukan ibunya.

    HARI TRI WASONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.