Legislator Akan ke Jerman-Meksiko, Fadli Zon: Ini Diplomasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) mengajak Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama berswafoto saat debat kandidat pilkada DKI 2017, di Hotel Bidakara, 10 Februari 2017. TEMPO/Friski Riana

    Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) mengajak Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama berswafoto saat debat kandidat pilkada DKI 2017, di Hotel Bidakara, 10 Februari 2017. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Makassar - Sejumlah anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) bakal melakukan studi banding ke Jerman dan Meksiko pada 11-16 Maret 2017, bertepatan dengan reses. "Ini bagian dari diplomasi parlemen," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon setelah melantik Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesian Sulawesi Selatan di Hotel Clarion, Makassar, Selasa sore, 28 Februari 2017.

    Menurut Fadli, kunjungan kerja keluar negeri itu tidak membuang anggaran. Alasannya, hal itu bagian dari diplomasi parlemen. "Saya kira enggak buang anggaran. Kan, memang sudah dianggarkan."

    Baca:
    Ketua DPR: Dua Komisi ke Luar Negeri tanpa Anggaran DPR
    Fadli Zon Bantah Minta Bantuan KJRI New York untuk Putrinya  
    Anggota DPRD Pelesir ke New York, Ini Daftar Nama Mereka

    Kendati demikian, ia mengakui di DPR sudah tak ada lagi studi banding, melainkan hanya kunjungan kerja luar ke negeri dan diplomasi parlemen. Jadi DPR memilih dua negara, yakni Jerman dan Meksiko. "Kami memilih dua negara itu karena KPU-nya sudah sangat maju. Begitu juga penyelenggaraan pemilunya."

    Kunjungan itu dilakukan untuk mengkaji regulasi pelaksanaan pesta demokrasi di Jerman dan Meksiko. Sistem demokrasi di dua negara itu dinilai hampir sama dengan karakteristik Indonesia.

    Baca juga:
    Riuh Soal Raja Arab ke Indonesia, JK: Karena Dia Kaya
    Orang Terkaya Indonesia Minta Amnesti Pajak

    Sebelumnya, rencana kunjungan kerja anggota DPR itu menuai kritik, termasuk dari Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini. Ia menilai ada kejanggalan dalam pelaksanaan kunjungan kerja itu lantaran sistem pemilu di Indonesia dan Jerman sangat berbeda.

    DIDIT HARIYADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.