Desa Wisata Bulan Madu Halal, Bersih-bersih Usai Kebanjiran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan mendirikan kemah di pinggir Danau Segara Anak di lembah Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Sejumlah wisatawan mendirikan kemah di pinggir Danau Segara Anak di lembah Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Mataram - Seratusan orang pelaku usaha dan personil Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) turun ke desa wisata bulan madu di Sembalun, lembah Gunung Rinjani Lombok Timur, Sabtu 25 Februari 2017. Mereka melakukan kerja bakti gotong royong bersih-bersih lingkungan setelah terdampak banjir selama sepekan, 6 - 11 Februari 2017 lalu.

    Tidak hanya aksi bersih-bersih lingkungan, anggota ASITA (Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies) NTB pun membawa bantuan berupa pakaian, sembako dan alat-alat kebersihan. ''Ini pintu destinasi wisata bulan madu halal dunia,'' kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal. Tahun lalu, Sembalun peraih predikat World Best Halal Honeymoon Destination pada ajang The Best Wold Halal Tourism Award.

    Baca juga:

    Kembangkan 10 Desa Wisata, NTB Alokasikan Rp1,2 Miliar
    Mandalika Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Dunia

    Akibat banjir yang melanda empat desa di sana, yaitu Desa Semblaun Bumbung, Desa Sembalun Lawang, Desa Sembalun, Desa Sembalun Timba Gading menurut Ketua Kampung Siaga Bencana Habibullah, dua rumah hanyut, tiga rumah jebol dan tujuh rusak berat selain 50 hektar lahan pertanian yang mengalami gagal panen padi, cabe dan ubi setelah tergenang secara terus menerus selama 12 jam. Warga terdampak mencapai 864 kepala keluarga atau 3.074 jiwa.

    Untuk lebih menuntaskan aksi bersih-bersih desa tersebut, Dinas Pariwisata NTB juga menggalang kegiatan Bakti TNI yang sekaligus mengedukasi warga untuk menangani sampah di destinasi yang menjadi bagian dari Geopar Global Rinjani yang menunggu penetapannya, Oktober 2017 mendatang.

    Baca pula: Juara Wisata Halal, Lombok Tak Lagi Alami 'Low Season'

    Di Sembalun yang semula penghasil komoditi bawang putih kini masih menghasilkan cabe, kentang, strawberi, memiliki Desa Beliq yang di dalamnya terdapat tujuh rumah asli Sasak. Desa ini adalah awal keberadaan desa di Sembalun. Kini menjadi tujuan berlibur akhir pekan karena terdapat puluhan hotel dan homestay, wisatawan bukan pendaki Rinjani juga bisa menikmati air terjun Mangku Sakti, berkemah di atas Bukit Pergasingan - zaman nenek moyang sebagai lokasi tempat bermain gasing, Pusuk (Puncak) Sembalun, selain mendatangi kebun buah.

    Ketua ASITA NTB Umbu Joka Dewanto juga mengatakan menjadi Sembalun sebagai daerah kunjungan 258 orang pelaku pariwisata se dunia, yang dijadwalkan menghadiri Rinjani Travel Mart 28 - 30 April 2017. ''Mereka akan diajak menikmati keindahan Rinjani dari lembah ini,'' ujar Umbu Joka Dewanto.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.