Dugaan Korupsi Kapal, Eks Wakil Dirut Pertamina Diperiksa 10 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang saat berdiskusi dengan sejumlah redaksi Tempo di gedung Tempo, Jakarta, 17 Februari 2016. Dalam diskusi tersebut membahas terkait regulasi penetapan harga BBM. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang saat berdiskusi dengan sejumlah redaksi Tempo di gedung Tempo, Jakarta, 17 Februari 2016. Dalam diskusi tersebut membahas terkait regulasi penetapan harga BBM. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung memeriksa mantan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, Senin, 20 Februari 2017. Ia dipanggil untuk dimintai keterangannya terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pendukung kegiatan lepas pantai (anchor handling tug supply/AHTS) pada 2012-2014.

    "Dimintai keterangan," ujar Ahmad setelah diperiksa di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 20 Februari 2017.

    Baca juga: Kasus Pengadaan Kapal, Pertamina Serahkan Proses Hukum

    Ahmad keluar Gedung Bundar sekitar pukul 19.20 setelah diperiksa sekitar sepuluh jam. Ditanyai soal pemeriksaan, Ahmad mengaku salah satu pertanyaan yang diajukan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus adalah soal proses pengadaan kapal.

    "Ya, banyak, data diri, proses pengadaan kapal, bisnis kapal dengan Total (Total EP Indonesia) menguntungkan tidak?" ucap Ahmad.

    Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah membenarkan bahwa pemeriksaan Ahmad hari ini terkait dengan pengadaan kapal. Ia menuturkan Ahmad diperiksa sebagai saksi.

    Lihat juga: Kejaksaan Periksa Wakil Dirut Pertamina Hari Ini

    Namun Arminsyah tak mau menjelaskan lebih lanjut terkait dengan detail proses pemeriksaan. "Nantilah, masih penyelidikan ini," katanya.

    Sebelumnya, Direktur Penyelidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Fadil Zumhana mengeluarkan surat perintah penyelidikan dugaan korupsi pengadaan kapal AHTS Transko Celebes dan AHTS Transko Andalas senilai US$ 28,4 juta di Pertamina Trans Kontinental. Pengadaan kapal tersebut dilakukan saat Ahmad menjabat Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental. Pengadaan kapal dilakukan PT Vries Marine Shiypyard di Guangzhou, Cina.

    DENIS RIANTIZA | DH

    Baca juga:
    Kasus Pencucian Uang, Bendahara GNPF MUI Diperiksa Bareskrim
    Pengamat Politik: Bisa Jadi SBY Pakai Jurus Pilpres 2014



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.