Antasari ke SBY: Siapa yang Mengkriminalisasi Saya?  

Reporter

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar dan Andi Syamsudin menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, 14 Februari 2017. TEMPO/Rezki A

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dianggap paling tahu soal kasus mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar. Karena itu, Antasari membuat pengaduan tentang dugaan rekayasa kasus pembunuhan yang didakwakan kepadanya. Antasari mengadukan itu ke Bareskrim Polri, Selasa, 14 Februari 2017.

Setelah membuat laporan ke Bareskrim, Antasari menjelaskan kepada wartawan yang sudah menunggunya sejak pagi. Sambil duduk bersama pengacara Harjadi Jahja serta adik Nasrudin Zulkarnaen, Andi Syamsuddin Zulkarnaen, Antasari menegaskan, kalau jujur, SBY mengetahui kasus pembunuhan yang membuat dirinya dihukum 18 tahun penjara pada 2009 lalu.

Simak: Antasari Minta SBY Jujur terhadap Kasus Pembunuhan Nasarudin

"Ini kilas balik bahwa sejak kecil saya diajari kejujuran oleh orang tua saya," kata Antasari membuka cerita tentang laporannya kepada polisi. "Untuk itulah saya mohon kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (untuk) jujur. Beliau tahu perkara saya ini," ucapnya. Adapun pembunuhan itu menimpa Nasrudin.

Syamsuddin merupakan adik Nasrudin, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, yang tewas ditembak dan menyebabkan Antasari dihukum 18 tahun penjara. Syamsuddin membawa beberapa lembar dokumen. Syamsuddin mengaku ingin melaporkan tentang dugaan pesan pendek bernada ancaman yang diterima saudaranya sebelum meninggal.

Simak: Kapolda Metro: Kasus SMS Antasari Tak Cukup Bukti 

Antasari meminta mantan presiden SBY untuk jujur soal kasus pembunuhan yang dituduhkan kepadanya. Antasari berharap SBY bercerita tentang apa yang diperbuat dalam kasusnya. "Beliau perintahkan siapa untuk merekayasa dan mengkriminalisasi saya? Saya mohon hari ini kepada beliau (SBY) apa yang dilakukan, beliau perintahkan siapa, dan siapa melakukan apa," ujar Antasari.

Menurut Antasari, poin-poin inilah yang dilaporkan ke Bareskrim. "Saya minta Pak SBY jujur, terbukalah pada publik, terbukalah pada kita semua. Saya sudah mengalami penjara 8 tahun (hukuman sebenarnya 18, menjadi 8 tahun setelah dikurangi remisi)," ucapnya.

Antasari divonis 18 tahun penjara pada 2009 dan dinyatakan bersalah karena merencanakan pembunuhan terhadap Nasrudin. Namun beberapa waktu kemudian, keluarga Nasrudin balik membela Antasari dan menyatakan pelaku pembunuhan bukanlah mantan Ketua KPK tersebut.

Baca: Roy Suryo Yakin SBY Akan Bantu Kasusnya

Sejak ditahan pada 2010, Antasari mendapat remisi 4,5 tahun. Dia sempat menjalani asimilasi atau penyesuaian di kantor notaris di Tangerang. Antasari bebas bersyarat pada Kamis, 10 November 2016. Selepas bebas bersyarat, pengacaranya mengajukan permohonan grasi atau pengampunan. Presiden Joko Widodo lalu mengabulkannya sehingga dia bebas sepenuhnya.

Saat dikonfirmasi Tempo, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin membantah tudingan Antasari bahwa SBY merekayasa kasus. "Ini politik kotor, kartu fitnah mulai dimainkan," kata Amir, yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM.

REZKI ALVIONITASARI | FRESKY RIAYA






Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

3 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

6 hari lalu

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

6 hari lalu

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.


Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

6 hari lalu

Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

Komisioner Komnas HAM mengatakan diskusi untuk merencanakan pembunuhan itu diduga telah dilakukan beberapa kali oleh pelaku.


Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

10 hari lalu

Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

Kantor Presiden Rusia membantah Vladimir Putin telah menjadi target pembunuhan.


Putin Jadi Target Pembunuhan, Mobilnya Diserang Bom

11 hari lalu

Putin Jadi Target Pembunuhan, Mobilnya Diserang Bom

Mobil Presiden Rusia Vladimir Putin diserang bom. Ia berhasil selamat, sementara pengawalnya dikabarkan telah ditangkap.


Rentetan Teror Kekerasan di Kolombia, Total 17 Orang Tewas

13 hari lalu

Rentetan Teror Kekerasan di Kolombia, Total 17 Orang Tewas

Tugas besar masalah keamanan negara harus dihadapi Presiden Kolombia Gustavo Petro.


Geger Aksi Pembunuhan Siang Bolong di Tengah Jalan

16 hari lalu

Geger Aksi Pembunuhan Siang Bolong di Tengah Jalan

Ibu dua di bunuh di San Mateo, California menjadi korban pembunuhan di siang bolong.


Misteri Jasad di Sungai Bengawan Solo Terungkap, Polres Sukoharjo Tetapkan 3 Tersangka

16 hari lalu

Misteri Jasad di Sungai Bengawan Solo Terungkap, Polres Sukoharjo Tetapkan 3 Tersangka

Polres Sukoharjo berhasil mengungkap misteri penemuan jenazah pria di Sungai Bengawan Solo pada Juli lalu. Tiga orang menjadi tersangka.


Extra Judicial Killing, Kategori Kasus Pembunuhan Seperti Apa?

23 hari lalu

Extra Judicial Killing, Kategori Kasus Pembunuhan Seperti Apa?

Extra judicial killing berarti pembunuhan di luar proses hukum