Sri Lanka Hadapi Kekeringan, Jokowi Kirim Beras 5.000 Ton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi Bagikan Kartu Indonesia Pintar Se DIY

    Presiden Jokowi Bagikan Kartu Indonesia Pintar Se DIY

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada Sri Lanka. Bantuan berupa beras sebanyak 5.000 ton itu diberikan untuk mengatasi persoalan kekeringan dan kerawanan pangan yang tengah melanda Sri Lanka.

    Presiden Joko Widodo mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan permintaan langsung dari Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena. "Permintaan tersebut saya respon karena kondisinya sangat memerlukan sekali," kata Jokowi di kawasan pergudangan Bulog, Jakarta, Selasa, 14 Februari 2017.

    Baca juga: Rizieq FPI Dicecar 36 Pertanyaan dalam 8 Jam, Apa Isinya?

    Sebagai sebuah negara yang mempunyai hubungan erat, lanjut Jokowi, sudah sepantasnya Indonesia membantu Sri Lanka yang tengah menghadapi kesulitan. Ia meminta kepada kementerian terkait agar secepatnya mengirimkan beras bantuan itu.

    Pada kesempatan yang sama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan hubungan Indonesia-Sri Lanka sudah terjalin sangat lama. Kedua negara mencetus lahirnya Gerakan Non-Blok. "Sebagai negara sahabat Indonesia ikut membantu menanggulangi kekeringan," ucap Retno.

    Retno menuturkan pemberian bantuan merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan yang dilakukan Indonesia. Menurut dia diplomasi ini akan terus berlanjut. "Kami ingin berkontribusi menjaga perdamaian dan kesejahteraan dunia," kata Menteri Retno.

    Sebelumnya, di akhir Desember 2016 Indonesia mengirimkan bantuan kepada etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Bantuan itu berupa makanan instan, makanan balita, sarung, dan terigu.

    Ikut mendampingi Presiden Jokowi saat pelepasan bantuan diantaranya Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Lalu Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung

    ADITYA BUDIMAN

    Baca: Anggota DPD Ini Anggap Sertifikasi Khatib Hanya Buang Duit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.