Begini Tesis Rizieq Syihab Soal Sejarah Pancasila Disusun

Reporter

Editor

Elik Susanto

Mendirikan Front Pembela Islam pada 1998, Rizieq Syihab berulang kali berurusan dengan hukum karena keterlibatan dia dan pengikutnya dalam berbagai kasus kekerasan.

TEMPO.CO, Bandung -  Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab mengatakan proses hukum yang dijalaninya di Polda Jawa Barat belum tuntas. Kasus dugaan penistaan lambang negara Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden pertama Sukarno yang dituduhkan akan panjang ceritanya. Rizieq beberkan dalih-dalihnya tentang sejarah Pancasila.

Rizieq mengaku bakal menyodorkan sejumlah ahli mengenai ucapannya yang didasarkan atas tesis sewaktu menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Malaya, Malaysia. Tesis tersebut berjudul: “Pengaruh Pancasila terhadap Syariat Islam di Indonesia”.

"Ini belum selesai, saya akan mengajukan saksi-saksi ahli. Ada ahli tata negara, ahli sejarah tentang Pancasila dan ahli di beberapa bidang ilmu lainnya. Nanti ‎akan kami bawa," kata Rizieq setelah diperiksa di Polda Jawa Barat Senin, 13 Februari 2017.

Baca: Diperiksa Polda Jawa Barat, Rizieq Anggap Seperti Ujian Tesis

Pemeriksaan Rizieq berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Rizieq mengklaim seluruh pertanyaan penyidik berkaitan dengan tesis yang dibawanya.  Rizieq membantah seluruh tuduhan dugaan penghinaan lambang negara yang dialamatkan kepadanya. "Semua pertanyaan menyangkut tesis saya, pertanyaan sejarah tentang Pancasila, kandungan syariat Islam ada di dalam Pancasila," kata Rizieq.

Sambil menunjukkan bundelan tesis bersampul merah marun, Rizieq menjelaskan dalihnya tentang Pancasila.  Berikut ini beberapa penjelasan Rizieq Syihab. “Saya melakukan kritik kepada kelompok yang mengatakan Pancasila lahir 1 Juni 1945. Saya memperkuat pendapat bahwa Pancasila lahir sebagai konsensus nasional pada 22 Juni 1945. Tapi tidak dipungkiri bahwa pada 1 Juni 1945, Sukarano mengusulkan nama Pancasila sebagai dasar Negara.”

Simak: Polda Jabar Tak Minta Rizieq Syihab Bawa Tesis Soal Pancasila

Rizieq melanjutkan, “Saya tidak pernah merendahkan Bug Karno, menghina Bung Karno. Saya justru pengagum Bung Karno, tapi bukan berarti tidak boleh mengkritik orang yang saya kagumi. Yang saya kritik bukan Pancasila sebagai dasar negara, melainkan usulan rumusan Pancasila dari Bung Karno ketika pidato pada 1 Juni.”

Redaksional rumusan Pancasila yang disusun Bung karno, menurut Rizieq, pada sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Mahas Esa diletakkan di sila terakhir. “Inilah yang ditolak ulama NU, Muhammadiyah, Syarikat Silam dan sejumlah pendiri bangsa di siding BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).”

Rizieq juga menyangkal mengenai video ceramah yang menjadi bukti pelaporan bahwa di situ ada ucapan yang diduga pelecehan Pancasila dan Presiden Sukarno. Menurut Rizieq, rekaman video tersebut merupakan editan sehingga tidak bisa dijadikan dasar bagi penyidik menetapkan status tersangka.

Baca: Rizieq Diperiksa di Polda Jabar, Massa FPI Demo di Pusdai

"Rekaman video itu diedit sedimikan rupa, tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya keberatan kalau dijadikan alat bukti. Sebab dengan editan bisa menimbulkan perspektif yang berbahaya," kata Rizieq sembari menantang penyidik memperlihatkan secara utuh rekaman video ceramahnya di lapangan Gasibu Bandung pada 2011 itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, pemeriksaan belum selesai dan akan dilanjutkan dengan menghadirkan beberapa saksi ahli dari pihak Rizieq Syihab.

"Mereka akan melayangkan beberapa saksi ahli yang akan meringankan. Kami tunggu nama-nama saksi ahli itu," kata Yusri. Rizieq Syihab dicecar dengan 34 pertanyaan. “Pertanyaan seputar penodaan dasar negara Pancasila dan pencemaran nama baik."

Anak Presiden Sukarno, Sukmawati, yang awalnya melaporkan Rizieq kepada Kepolisian lantaran diduga melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap simbol negara. Pelaporan tersebut didasarkan pada sebuah video ceramah Rieziq di Bandung, tahun 2011. Dalam video tersebut Rizieq menyinggung soal Pancasila dan Sukarno.

AMINUDDIN | ANTARA  | ELIK S






Anies Baswedan Puji Pidato Ketua Umum Pemuda Pancasila: Luar Biasa, Seperti Profesor Sejarah

3 hari lalu

Anies Baswedan Puji Pidato Ketua Umum Pemuda Pancasila: Luar Biasa, Seperti Profesor Sejarah

Anies Baswedan memberikan pujian kepada Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno. Seperti profesor sejarah.


Plt Wali Kota Bekasi Imbau Masyarakat Wariskan Nilai Pancasila kepada Generasi Muda

4 hari lalu

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Masyarakat Wariskan Nilai Pancasila kepada Generasi Muda

Tri meminta orang tua dan guru untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak sejak usia dini.


Tugu Kongres Santri Pancasila, Simbol Tegaknya Pancasila di Tanah Rencong

5 hari lalu

Tugu Kongres Santri Pancasila, Simbol Tegaknya Pancasila di Tanah Rencong

Prof. Yudian membawa memori masyarakat Aceh yang hadir, kembali mengingat jasa para pahlawan Aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia.


Dewan Pakar BPIP Apresiasi Pidato Menlu Retno di PBB

7 hari lalu

Dewan Pakar BPIP Apresiasi Pidato Menlu Retno di PBB

Pidato Menlu Retno tersebut mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.


Kepala BPIP: Perkuat Ideologi Pancasila dan Jadi Problem Solver

9 hari lalu

Kepala BPIP: Perkuat Ideologi Pancasila dan Jadi Problem Solver

Pentingnya memperkuat ideologi Pancasila di tengah paham ideologi lain yang berupaya memengaruhi bangsa Indonesia.


Bamsoet Dukung Festival Beta Pancasila Universitas Pattimura

15 hari lalu

Bamsoet Dukung Festival Beta Pancasila Universitas Pattimura

Festival Beta Pancasila mengamanatkan adanya keteguhan sikap dan tanggung jawab keluarga besar kampus untuk membela tanah air dalam wadah NKRI.


Dewan Pakar BPIP Ingatkan Mahasiswa Waspada Ideologi Transnasional

19 hari lalu

Dewan Pakar BPIP Ingatkan Mahasiswa Waspada Ideologi Transnasional

Di dunia tengah berkembang tiga paham ideologi transnasional. Mahasiswa harus pandai memilah dan bertahan pada ideologi Pancasila.


Kepala BPIP: Proklamasi Persatukan Indonesia yang Multikultur

19 hari lalu

Kepala BPIP: Proklamasi Persatukan Indonesia yang Multikultur

Banyak anggota BPUPKI merupakan tokoh dari berbagai agama dan kepercayaan. Semua bersatu untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka.


Inilah Sederet Pejabat yang Tidak Hafal Pancasila di Depan Publik

20 hari lalu

Inilah Sederet Pejabat yang Tidak Hafal Pancasila di Depan Publik

Pejabat publik yang tidak hafal Pancasila kembali terjadi. Teranyar Ketua DPRD Lumajang Anang Akhmad Syaifuddin.


Film Dokumenter Kilometer 50 tentang Penembakan Laskar FPI Tayang 15 September

21 hari lalu

Film Dokumenter Kilometer 50 tentang Penembakan Laskar FPI Tayang 15 September

Film dokumenter Kilometer 50 mengangkat peristiwa penembakan laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Menguak cerita lain.