Napi Kebonwaru Pelesiran, Kemenkum HAM Jabar Belum Tahu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Bandung - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Jawa Barat belum tahu jika narapidana di Rumah Tahanan Kebonwaru, Kota Bandung, sama dengan beberapa narapidana di penjara Sukamiskin yang pelesiran keluar penjara. 

    Baca juga: Napi Pelesiran Tak Hanya di LP Sukamiskin

    "Saya belum bisa beri penjelasan," kata ‎Molyanto, Kepala Divisi Pemasyarakatan K‎anwil Kemenkum HAM Jawa Barat, saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu, 8 Februari 2017. 

    Molyanto mengaku tidak habis pikir dengan pemberitaan tentang buruknya pengelolaan penjara di Jawa Barat hingga narapidana bebas pelesiran keluar. Menurut dia, saat ini Kanwil Kemenkum HAM Jawa Barat masih fokus untuk menginvestigasi kasus di penjara Sukamiskin, Bandung. 

    Selain di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, narapidana kasus korupsi di Rutan Kebonwaru, Bandung, bebas keluar bui. Tempo memergoki antara lain Toto Hutagalung, terpidana 7 tahun penjara akibat kasus suap terhadap hakim Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyo, yang mendekam di tempat itu sejak 2013.

    Baca juga: Begini Ketatnya Blok Super Maximum Security LP Gunungsindur

    Dalam investigasi yang dilakukan sejak November 2016, Tempo melihat Toto berada di sebuah kafe di lantai satu Rumah Sakit Santosa, Bandung, sekitar 5,5 kilometer dari Kebonwaru. Di kafe itu, Toto duduk berdua dengan seorang perempuan muda. Mereka bercakap-cakap sambil makan. Sesekali, Toto memainkan dan menggunakan telepon seluler di tangannya.

    Hampir satu jam berada di sana, dua pria menghampirinya. Mereka lantas meninggalkan Rumah Sakit Santosa menggunakan mobil Grand Livina dengan nomor polisi Bandung.

    Toto menyatakan perempuan yang bersamanya adalah istri keduanya. “Memangnya salah istri merawat saya?” kata Toto.

    PUTRA PRIMA PERDANA | TIM INVESTIGASI TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?