Selama Empat Jam, Lintasan Kapal Feri Lombok-Bali Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Supriyantho Khafid

    Tempo/Supriyantho Khafid

    TEMPO.CO, Mataram - Selama empat jam dari pukul 16.00 waktu setempat, penyeberangan kapal feri Lembar Lombok-Padangbai Bali, dihentikan. Berdasarkan laporan nakhoda, tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Karena itu, keberangkatan yang diizinkan berangkat pukul 20.00 hanya kapal besar yang bukan catamaran (berongga bawahnya).

    Juru bicara PT ASDP Feri Lembar, Dheny Nurdiyana Putra, menjelaskan, penghentian selama empat jam itu mengingat tingginya gelombang. ''Diambil kebijakan buka-tutup sesuai sikon (situasi dan kondisi). Dan tidak memberangkatkan kapal catamaran,'' kata Dheny kepada Tempo, Selasa malam, 7 Februari 2017.

    Baca juga:
    Penerjun TNI Hilang, Tujuh Kapal Lakukan Pencarian
    Penerjun TNI Hilang, Sertu Danang Namanya

    Di lintasan penyeberangan Lembar-Padangbai terdapat 33 unit kapal feri yang melayani setiap jam keberangkatan. Ada 15 unit kapal berukuran besar, seperti Portlink, dan tiga unit kapal jenis catamaran. Rata-rata ukuran kapal feri di sana 1.500-2.000 GT. Kapasitas muatannya yang besar sekitar 30 unit truk dan kendaraan keluarga, sedangkan yang lebih kecil 15-18 unit.

    Sementara kapal barang tidak ada masalah. Menurut General Manager PT Pelindo III Lembar Baharuddin, ukuran kapal barang cukup besar. Tidak terkena rekomendasi penghentian pemberangkatan. ''Hari ini tetap dilakukan bongkar-muat barang,'' ujarnya. Ada kapal pengangkut 7.000 ton batu bara dan 4.700 ton pupuk.

    Baharuddin juga menyebutkan, pukul 22 waktu setempat akan memberangkatkan kapal pesiar Holland American Line Ms Volendam yang berlabuh sehari sejak pukul 08.00. Setelah wisata sehari di Lombok, sebanyak 850 orang penumpang antarbangsa melanjutkan perjalanan menuju Benoa Bali.

    SUPRIYANTHO KHAFID

    Simak:
    SBY: Terlalu Dini Bicara Pemilu 2019
    SBY Minta TNI, BIN, dan Polri Netral dalam Pemilihan Umum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.