Soal Geruduk Rumah SBY, Adian: Tak Mungkin Saya Memprovokasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Anggota DPR Lintas Fraksi Adian Napitupulu (PDIP), Taufiqulhadi (Nasdem), Inas Nasrullah Zubir (Hanura) saat menyampaikan pernyataan sikap di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 20 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    (kiri-kanan) Anggota DPR Lintas Fraksi Adian Napitupulu (PDIP), Taufiqulhadi (Nasdem), Inas Nasrullah Zubir (Hanura) saat menyampaikan pernyataan sikap di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 20 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu membantah terlibat dalam unjuk rasa di depan rumah presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada Senin, 6 Februari 2017. Adian juga membantah telah memprovokasi mahasiswa agar berunjuk rasa ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

    "Tudingan itu tidak berdasar dan meremehkan intelektualitas mahasiswa. Usia saya dengan mahasiswa sekarang terpaut sudah sangat jauh. Tidak mungkin saya mampu menggerakkan 3.000 mahasiswa dari berbagai provinsi," kata Adian saat dihubungi Tempo lewat pesan elektronik, Selasa, 7 Februari 2016.

    Baca: Massa yang Geruduk Rumah SBY Kiriman Istana?  

    Meskipun demonstrasi itu dilakukan ratusan mahasiswa yang sebelumnya mengikuti Jambore Mahasiswa di Cibubur, Adian yang mengaku ikut menghadiri jambore itu menyanggah kedatangannya untuk memprovokasi mahasiswa.

    "Semula diminta menjadi pembicara. Namun karena pembicara dari aktivis 98 sudah ada sekitar empat orang, akhirnya hanya ngobrol-ngobrol dengan mahasiswa terkait dengan kasus-kasus rakyat di daerah mereka," kata mantan aktivis 98 itu.

    Lihat: Panitia Mahasiswa Jambore Akui Datang ke Rumah SBY, tapi...

    Lewat akun Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, SBY mengatakan, "Ada provokasi & agitasi terhadap mahasiswa untuk 'Tangkap SBY'." Namun Adian mengaku tak tahu-menahu soal agitasi ataupun provokasi terhadap para mahasiswa peserta jambore.

    Meskipun begitu, Adian tak memungkiri ada beberapa broadcast message yang ia terima terkait dengan tuntutan para mahasiswa. Menurut Adian, tak ada yang salah ataupun aneh dalam tuntutan para mahasiswa itu. "Antara lain menolak isu SARA, menjaga Pancasila, dan usut kasus korupsi. Dalam broadcast itu juga tidak disebut nama SBY," kata dia.

    Simak: Polisi Jaga Ketat Rumah SBY Pasca-Digeruduk Massa

    Dalam aksi kemarin, para mahasiswa dibubarkan pihak kepolisian sebelum berunjuk rasa lebih lama. Sebab, kepolisian beralasan aksi itu dilakukan tanpa pemberitahuan dan perizinan lebih dulu. Sebuah mobil Nissan Terrano yang diduga berisi logistik para peserta aksi juga ikut disita.

    Adian menyanggah mobil berpelat B itu miliknya. "Mobil saya juga Terrano, tapi pelat AD, bukan pelat Jakarta," kata dia.

    Kemarin, publik diramaikan dengan adanya aksi ratusan mahasiswa di dekat kediaman SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VI, Setiabudi, Jakarta Selatan. SBY langsung bercuit di akun Twitter pribadinya dan mengatakan ada agitator dan provokator di balik aksi mahasiswa tersebut.

    Baca juga: Mahasiswa Grudug Rumah SBY, Istana: Tak Usah Dikhawatirkan

    Nama Adian mulai mencuat setelah Politikus Partai Demokrat Imelda Sari juga melontarkan tuduhan di akun Twitternya, @isari68. "Saudara @AdianNapitupulu kami tunggu Anda kalau gentleman temui kami jangan hanya berani kirim demonstran cc @budimandjatmiko @andiariefaa," cuit Imelda.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.