Lagi, 2 Anggota Komisi V Tersangka Dugaan Suap PUPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi resmi mengumumkan penetapan tersangka baru dalam perkara dugaan suap proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2016. Tersangka baru tersebut adalah anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, Musa Zainudin dan Yudi Widiana Adia.

    "KPK menetapkan dua tersangka, yaitu anggota Komisi V periode 2014-2019, MZ (Musa Zainudin) dan YWA (Yudi Widiana Adia)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Senin, 6 Februari 2017.

    Febri mengatakan Musa yang merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa diduga menerima uang Rp 7 miliar dari Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir. Sedangkan politikus PKS, Yudi Widiana, diduga menerima suap Rp 4 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng.

    "Patut diduga hadiah tersebut diberikan agar yang bersangkutan melakukan atau tidak melakukan terkait dengan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," kata Febri.

    Atas perbuatannya, kedua tersangka diduga melanggar Pasal 12-a atau Pasal 12-b atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

    Penetapan dua tersangka ini menambah panjang daftar anggota DPR yang tersangkut perkara yang telah diusut KPK sejak awal 2016. Ditambah dua tersangka baru ini, KPK telah menetapkan sepuluh tersangka. "Tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka lagi," ujar Febri.

    Empat tersangka pertama ditangkap saat penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan. Mereka adalah anggota Komisi V DPR, Damayanti Wisnu Putranti, serta dua asistennya Julia Prasetyarini dan Dessy Ariyati Edwin, serta Abdul Khoir.

    Dalam pengembangannya, KPK menetapkan empat tersangka lagi, yaitu anggota Komisi V, Budi Supriyanto dan Andi Taufan Tiro; Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional IX Maluku Amran H.I. Mustary; dan Aseng.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.