Marak Radikalisme, NU Promosikan Islam Nusantara ke Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CODen Haag - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Belanda menyatakan akan mempromosikan Islam Nusantara ke dunia, menyikapi maraknya intoleransi, radikalisme, dan kekerasan.

    Itu sebabnya, Katib Syuriah PCI NU Belanda, M. Shohibuddin, mengatakan PCI NU Belanda mengatakan akan memperkenalkan Islam Nusantara, yang merupakan Islam moderat di Indonesia. 

    "Islam Nusantara harus dipromosikan sebagai sumbangan muslim Indonesia pada tatanan dunia yang lebih damai dan harmonis," kata Shohibuddin dalam acara tasyakuran peringatan Harlah Nahdlatul Ulama ke-91 sebagai refleksi yang diadakan PCI NU Belanda, Selasa, 31 Januari 2017.

    Baca juga: Said Aqil: Meski Difitnah dan Dicaci, NU Membela NKRI

    Acara berlangsung di kediaman KH Ade Syihabuddin, Syuriah PCI NU Belanda di Den Haag, Belanda. Syukuran itu dihadiri jajaran PCI NU Belanda, warga Nahdliyin, dan para pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi lanjut di Belanda.

    Shohibuddin melanjutkan, dalam saat yang sama, PCI NU Belanda menyadari gejala yang sama sekarang juga merebak di Tanah Air. "Hal ini tentu harus menjadi bahan refleksi dan pemikiran-ulang bagi umat Islam di Indonesia, khususnya kalangan Nahdliyin," ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PCI NU Belanda Fachrizal Afandi menyatakan tugas PCI NU sebagai duta NU di luar negeri semakin berat dan menantang. Untuk itu, pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PCI NU Belanda yang kedua pada Maret 2017 akan dijadikan momentum untuk mempromosikan Islam Nusantara ke publik Barat.

    "Islam Nusantara harus menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia dalam rangka menghilangkan Islamophobia di Dunia Barat," kata kandidat Doktor di Leiden University tersebut.

    Untuk mematangkan konsep Islam Nusantara sebagai salah satu bentuk diplomasi budaya Indonesia di dunia internasional, serangkaian kegiatan akan diadakan PCI NU Belanda selama tiga hari pada 27-29 Maret 2017 sebagai bagian dari pelaksanaan Konfercabnya yang kedua.

    Ketua Panitia Konferensi Internasional, Ibnu Fikri, mengatakan serangkaian kegiatan ini dibuka dengan pameran foto bertema “Rethinking Indonesia's ‘Islam Nusantara’: From Local Relevance to Global Significance”. Acara ilmiah ini diadakan bekerja sama Kementerian Agama RI dan Vrije Universiteit Amsterdam. Sebagai kelanjutannya, diadakan Konfercab PCI NU Belanda bertempat di Masjid Al-Hikmah, Den Haag.

    Baca juga: Polisi Selidiki Video Penghinaan Presiden oleh Jubir FPI

    Dalam forum Konfercab ini juga akan dilakukan Bahtsul Masail untuk menjawab masalah keagamaan di kalangan muslim Belanda. Selain itu, akan diadakan pemutaran dan diskusi film berjudul Jalan Dakwah Pesantren di Universitas Leiden, Belanda.

    Sebagai penutup rangkaian Konfercab ini adalah gala dinner dan malam kebudayaan yang akan diselenggarakan di KBRI Den Haag dengan menghadirkan enam dubes Indonesia berlatar belakang santri yang bertugas di berbagai negara.

    Para duta besar ini akan menyampaikan pidato kebudayaan dengan penekanan pada bagaimana mempromosikan Islam Nusantara sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia di negara mereka bertugas. "Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rangkaian kegiatan ini, silakan lihat di situs kami," kata Ibnu Fikri.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.