Mapala UII Akui Ada Tindakan Fisik Berlebihan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengeluarkan keranda jenazah lham Nurfadmi Listia Adi (20), korban meninggal dunia yang merupakan peserta acara Diksar Mapala UII di rumah duka Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, 24 Januari 2017. Jenazah Ilham dikirim ke bagian forensik RSUP Dr Sardjito untuk otopsi. TEMPO/Pius Erlangga

    Petugas mengeluarkan keranda jenazah lham Nurfadmi Listia Adi (20), korban meninggal dunia yang merupakan peserta acara Diksar Mapala UII di rumah duka Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, 24 Januari 2017. Jenazah Ilham dikirim ke bagian forensik RSUP Dr Sardjito untuk otopsi. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Ketua Panitia Pelaksana Pendidikan Dasar The Great Camping XXXVII Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Wildan Nuzula mengakui ada tindakan fisik yang berlebihan oleh instruktur operasional kepada anggota baru. “Memang ada panitia yang berlebihan menerapkan hukuman,” kata Wildan saat menyampaikan keterangan pers di Ruang Sidang Pascasarjana Fakultas Hukum UII di Jalan Cik Dik Tiro Yogyakarta, Jumat, 27 Januari 2017.

    Instruktur operasional adalah panitia yang mendampingi tiap-tiap regu peserta pendidikan dasar. Instruktur operasional pula yang memberikan hukuman apabila ada peserta yang dinilai melakukan pelanggaran.

    Baca:
    Keluarga Tuntut Polisi Usut Kasus Mapala UII
    Kasus Mapala UII, Panitia Dipanggil Polisi Pekan ...

    Jenis hukuman ada tiga. Hukuman teguran secara verbal; hukuman fisik, seperti push-up, squat jump, atau jalan jongkok; serta hukuman pengurangan nilai terhadap peserta. Namun Wildan menolak membeberkan bentuk hukuman fisik yang dianggap berlebihan. “Itu sudah ranah penyelidikan polisi,” kata Wildan.

    Sebanyak 37 peserta yang mengikuti pendidikan dasar di lereng Gunung Lawu, Desa Tlogodlingo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu terdiri atas 34 laki-laki dan 3 perempuan. Peserta dibagi menjadi lima regu, yang masing-masing didampingi tiga instruktur operasional.

    Baca juga:
    Rektor UII Mengundurkan Diri, Mahasiswa Tuntut Penuntasan Kasus ...
    Ini Alasan Pengunduran Diri Rektor UII Yogya

    Perlakuan instruktur terhadap peserta berbeda-beda. “Tapi ada SOP-nya. Ketika ada yang berlebihan, itu di luar SOP,” kata Wildan.

    Ketua Tim Pencari Fakta II yang dibentuk UII yang khusus memberikan pendampingan hukum dan mental, Achiel Suyanto, juga mengakui adanya tindakan fisik yang berlebihan itu. Namun, berdasarkan investigasinya, tidak ada SOP yang memperbolehkan tindakan kekerasan. “Memukul saja enggak boleh,” kata Achiel.

    Tiga peserta pendidikan dasar TGC XXXVII Mapala Unisi meninggal dunia. Mereka adalah Muhammad Fadli, 20 tahun, dari Batam; Syaits Asyam (20), dari Sleman; dan Ilham Nurpadmy Listia Adi (20), dari Lombok Timur. Mereka adalah mahasiswa UII Angkatan 2015. Pemeriksaan Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta menemukan sejumlah luka luar dan dalam pada tubuh almarhum Asyam dan Ilham.

    PITO AGUSTIN RUDIANA

    Berita Terkait:
    Dugaan Penganiayaan Mahasiswa UII, Rektor Sebut ...
    Dua Mahasiswa UII Tewas Usai Ikuti Pendidikan Dasar ...
    Tiga Mahasiswanya Tewas, UII Bekukan Kegiatan Mapala



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?