Mahasiswa UII, Jokowi Diminta Patenkan Karya Ilmiah Korban  

Reporter

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Angkatan 2015 Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Syait Asyam (20 tahun) yang meninggal dunia usai mengikuti Pendidikan Dasar The Great Camping (TGC) Mapala Unisi UII pada 21 Januari 2017 siang lalu. Foto diambil di rumah duka di Jetis, Sleman, 23 Januari 2017. TEMPO/Pito Agustin

TEMPO.CO, Yogyakarta – Ibunda dari Syaits Asyam, Sri Handayani meminta kepada Presiden Joko Widodo menindaklanjuti hasil penelitian ilmiah anaknya agar lebih bermanfaat untuk orang banyak. Menurut Sri, anaknya mempunyai berbagai prestasi dan dikenal cerdas.

Sri Handayani menceritakan penelitian mendiang anakanya, yakni cara membersihkan limbah di laut. Sayang, takdir Asyam meninggal usai mengikuti pendidikan dasar The Great Camping XXXVII Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada 21 Januari 2017 lalu.

“Saya meminta agar Pak Menteri menyampaikan cita-cita anak saya kepada Pak Jokowi, difasilitasi, ada hak patennya. Semoga jadi amal jariyah anak saya,” kata Sri kepada Menteri Riset, Teknologi dan pendidikan Tinggi Muhammad Nasir yang berkunjung untuk mengucapkan belasungkawa di kediamannya di Jetis, Catur Harjo, Sleman, Kamis, 26 Januari 2017.

Baca juga:
Surat Pernyataan Anggota Mapala UII Tak Gugurkan Pidana
Diksar Mapala UII, Korban Meninggal Sebelum sampai Puskesmas

Sri menuturkan, saat Asyam duduk di bangku SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta pada 2015, ia pernah meraih meraih dua medali emas bidang kimia dari ajang International Science Project Olympiad (ISPrO) dan Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) di Jakarta. Selain itu, ajang International Environment Sustainability Project Olympiad (INESPO) 2014 di Belanda. 

Asyam, Sri melanjutkan, juga pernah diundang Jokowi bersama para siswa berprestasi lainnya pada 17 Agustus 2016 lalu.

“Daripada dapat piagam, medali, tapi hanya masuk lemari. Lebih baik ditindaklanjuti agar bermanfaat,” kata Sri sambil menunjukkan sejumlah medali emas yang pernah diraih Asyam kepada Nasir.

Nasir yang menyempatkan berdoa bersama untuk almarhum Asyam menyampaikan salam dari Jokowi untuk orangtua Asyam. Dia juga menyayangkan kematian akibat dugaan kekerasan yang menimpa anak yang berprestasi seperti Asyam.

“Betapa rugi Indonesia, sumber daya manusia yang berkualitas meninggal akibat kekerasan,” kata Nasir.


Baca juga:
Tiga Mahasiswa Tewas, Rektor UII Mengundurkan Diri
Patrialis Akbar OTT KPK, Ketua MK: Ya Allah Saya Mohon Ampun

Nasir memastikan, negara akan memproses secara hukum dugaan kekerasan di kampus yang menimpa Asyam. “Meski Rektor UII mundur, proses hukum tetap berjalan,” ucap Nasir.

Selain berharap agar pelaku dugaan tindakan kekerasan yang menimpa anaknya dihukum seberat-beratnya, Sri juga meminta agar Mapala UII tidak sekadar dibekukan, melainkan dibubarkan. “Namanya pecinta alam, tapi kok malah merusak. Harusnya mencintai ciptaan Allah,” Sri berujar.

PITO AGUSTIN RUDIANA






Kota Yogyakarta Berusia 266 Tahun Hari Ini, Begini Sejarah Hari Jadinya

11 jam lalu

Kota Yogyakarta Berusia 266 Tahun Hari Ini, Begini Sejarah Hari Jadinya

Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat berdirinya kota gudeg ini berawal dari Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755.


Kota Yogyakarta Trending di Twitter, Deretan Tokoh Wayang Ini Bakal Warnai Karnaval Besar Lintasi Tugu Jogja

13 jam lalu

Kota Yogyakarta Trending di Twitter, Deretan Tokoh Wayang Ini Bakal Warnai Karnaval Besar Lintasi Tugu Jogja

Namun, dari 14 rangkaian acara yang sudah digelar sejak awal Oktober itu, puncak peringatan HUT Kota Yogyakarta paling ditunggu tak lain malam ini.


7 Cara Download Scribd Gratis dan Cepat tanpa Login

4 hari lalu

7 Cara Download Scribd Gratis dan Cepat tanpa Login

Cara download Scribd gratis 2022 terbaru tanpa perlu login maupun instal aplikasi tambahan, semua file diunduh dalam format PDF.


Kematian Mahsa Amini, Aparat Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa

4 hari lalu

Kematian Mahsa Amini, Aparat Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa

Aparat keamanan Iran bentrok dengan mahasiswa dari sebuah universitas favorit di Tehran pada Minggu, 2 Oktober 2022 buntut dari kematian Mahsa Amini.


Erick Thohir Promosi Ekonomi Indonesia ke Mahasiswa London School of Economic

5 hari lalu

Erick Thohir Promosi Ekonomi Indonesia ke Mahasiswa London School of Economic

Erick Thohir menemui mahasiswa Indonesia di London School of Economic. Dia menjadikan kesempatan itu untuk mengingatkan lagi potensi ekonomi Indonesia


Mahasiswa BEM SI Tangkap Penyusup saat Demo di Patung Kuda Karena Keliru Pakai Jaket Almamater

6 hari lalu

Mahasiswa BEM SI Tangkap Penyusup saat Demo di Patung Kuda Karena Keliru Pakai Jaket Almamater

Mahasiswa dari BEM SI menangkap seorang penyusup karena keliru menggunakan jaket almamater saat demo di Patung Kuda. Diserahkan ke polisi.


Juara Umum, ITB Borong 14 Penghargaan Olimpiade Nasional MIPA 2022

7 hari lalu

Juara Umum, ITB Borong 14 Penghargaan Olimpiade Nasional MIPA 2022

Mahasiswa ITB berhasil membawa pulang 14 penghargaan Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) 2022.


Mahasiswa Telkom University Rancang Toilet Cerdas untuk Pantau Kesehatan

8 hari lalu

Mahasiswa Telkom University Rancang Toilet Cerdas untuk Pantau Kesehatan

Tim mahasiswa Telkom University menawarkan kebaruan dari pengembangan aplikasi dan penggunaan toilet.


Fadel Muhammad Dukung Mahasiswa Jadi Entrepreneur

8 hari lalu

Fadel Muhammad Dukung Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Wakil Ketua MPR RI, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad mengingatkan mahasiswa tidak beramai-ramai ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN)


Tim Telkom University Kembangkan Aplikasi Diagnosis Dini Autisme

9 hari lalu

Tim Telkom University Kembangkan Aplikasi Diagnosis Dini Autisme

Pembuatan aplikasi itu melibatkan anggota tim dari mahasiswa Telkom University.