Raja Salman akan Bertemu Rizieq? Menag: Kemenlu yang Atur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin meresmikan peluncuran Al Quran terjemahan bahasa daerah dan Ensiklopedia pemuka agama nusantara di Gedung Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin, 19 Desember 2016. Tempo/Dwi Herlambang (magang)

    Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin meresmikan peluncuran Al Quran terjemahan bahasa daerah dan Ensiklopedia pemuka agama nusantara di Gedung Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin, 19 Desember 2016. Tempo/Dwi Herlambang (magang)

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku bersyukur atas rencana kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi ke Indonesia pada Maret 2017. Lukman menuturkan Raja Salman dari Arab Saudi bakal berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Menurut dia, dalam kunjungannya tersebut Raja Salman akan menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan beberapa tokoh lainnya.

    Lukman berujar, kedatangan Raja Salman akan membawa rombongan dengan jumlah delegasi sangat besar. Sebab, dalam kunjungannya Raja Salman akan mengajak rombongan parlemen Arab Saudi dan tokoh-tokoh penting bidang usaha.

    “Sekarang sedang dimatangkan agenda beliau ada di Tanah Air ini,” kata Lukman di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017.

    Lukman menambahkan rombongan delegasi dari Arab Saudi juga akan bertemu beberapa tokoh penting di Indonesia. Pertemuan itu tidak hanya fokus dalam hal pemerintahan tetapi juga dalam hal mengembangkan usaha kerja sama antar kedua negara.

    Beredar kabar bahwa Raja Salman juga akan menemui Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Namun Lukman enggan berkomentar. “Tanya ke Kementerian Luar Negeri, karena Kementerian Luar Negeri yang punya otoritas mengatur semua agenda-agenda ini,” katanya.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.