Ini Alasan Pengunduran Diri Rektor UII Yogya

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Ayah korban Ilham Nurfadmi Listia Adi, Safii (dua kanan) berbincang dengan Rektor UII Harsoyo (tengah) di rumah duka Rumah Sakit Bethesda, DI Yogyakarta, 24 Januari 2017. Selain Ilham, Muhammad Fadhli (19), dan Syaits Asyam (19) meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan tersebut. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Periode 2014-2018 Harsoyo mengundurkan diri dari jabatannya. Harsoyo mundur di ruang pertemuan Kantor Kopertis Wilayah V, di Yogyakarta pada Kamis 26 Januari 2017.

Pengunduran diri tersebut disampaikan langsung di hadapan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah V Bambang Supriyadi, Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf UII Lutfi Hasan dan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad.

Keputusan itu diambil sebagai tanggung jawab atas tragedi meninggalnya tiga mahasiswa UII usai mengikuti pendidikan dasar The Great Camping XXXVII Mapala Unisi UII di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar.

“Kesalahan bukan pada anak buah, tapi mutlak pada pimpinan. Ini tanggung jawab moral saya sebagai pimpinan yang diberi amanah memimpin UII,” kata Harsoyo.

Dia menjelaskan, rencana untuk mengundurkan diri telah dipikirkan beberapa hari lalu. Pada hari pertama peristiwa, dia merasa shock, tetapi niat untuk mundur telah ada. Kemudian dia berkonsultasi dengan pimpinan yayasan. Surat pengunduran diri pun telah disiapkan dan tinggal dikirimkan kepada pimpinan yayasan.

“Secara moral, saya gagal memimpin. Daripada berat nantinya tanggung jawab di akherat,” kata Harsoyo.

Baca: 3 Mahasiswa UII Tewas, Panitia Diklat Dilarang Keluar Kota 

Namun dia membantah, sikap undur diri yang diambil adalah upaya untuk melarikan diri dari masalah. Melainkan dia berkaca pada beberapa sikap pengunduran diri yang dilakukan sejumlah pemimpin karena tugas yang dinilai tidak dilakukan dengan baik, seperti para menteri di Jepang, kasus Citilink, kasus Dirjen Pajak.“Mundur lebih terhormat. Tapi saya tetap akan menyelesaikan kasus ini,” kata Harsoyo.

Nasir menyatakan mengapresiasi sikap Harsoyo sebagai bentuk pertanggungjawaban Rektor UII atas kasus tersebut.

“Tapi tak berhenti sampai di situ. Sampai urusan selesai. Ini akan menjadi contoh positif di perguruan tinggi lain kalau hal serupa terjadi,” kata Nasir.

Lantaran setiap kekerasan yang terjadi di kampus, baik dalam bentuk verbal, fisik, maupun psikis, menurut Nasir adalah tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, baik rektor atau pun direkturnya.

“Kalau terjadi (kekerasan) semacam ini lagi, rektor atau direkturnya harus tanggung jawab. Bukan hanya subyek pelaku kekerasan,” kata Nasir.

Sedangkan Bambang menengarai sikap pengunduran diri Harsoyo juga tak terlepas dari peristiwa kematian mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) beberapa waktu lalu.

“Satu siswa di STIP meninggal, (pimpinan) sudah diberhentikan. Ini (di UII) ada tiga (meninggal) dan dia (rektor) memilih mundur,” kata Bambang.

PITO AGUSTIN RUDIANA






Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

2 hari lalu

Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

Dua orang wartawan diduga dianiaya dan disekap oleh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Karawang


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

2 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

8 hari lalu

Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

Aldi memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua wartawan oleh pejabat Kabupaten Karawang


Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

13 hari lalu

Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

Tersangka penganiayaan, yang masih berusia 17 tahun, berdalih sedang mencari pekerjaan ke Jakarta namun kehabisan uang sehingga tak bisa bayar taksi.


Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

14 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

Kapolsek Cengkareng menduga pria tersebut sudah meninggal sejak sehari yang lalu karena kondisi mayat pria itu sudah mengalami pembengkakan.


Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

14 hari lalu

Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

Remaja tersebut tidak mengambil uang atau barang dari sopir taksi online yang ia lukai. Mengaku ingin mencari kerja tapi kehabisan uang.


Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

14 hari lalu

Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

Polres Ponorogo menggelar rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang mengakibatkan salah satu santri tewas


Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

15 hari lalu

Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

Tawuran maut antar kelompok pelajar di Kota Depok kembali terjadi, akibatnya seorang pelajar berinisial AZS (20) meninggal dunia terkena sabetan celurit.


Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

15 hari lalu

Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

Seorang suami aniaya istrinya hingga tewas di rumahnya, setelah itu ia menyerahkan diri ke Polsek Ciledug Tangerang.


Wali Santri Gontor Korban Penganiayaan Ingin Peluk Para Pelaku

16 hari lalu

Wali Santri Gontor Korban Penganiayaan Ingin Peluk Para Pelaku

Polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus kematian santri Gontor.