Menteri Agama Lukman Hakim: Komunisme Itu seperti Hantu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan) menunjukkan buku Ensiklopedia Pemuka Agama Nusantara yang diluncurkan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, 19 Desember 2016. Kementerian Agama resmi meluncurkan terjemahan Alquran dalam berbagai bahasa daerah. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan) menunjukkan buku Ensiklopedia Pemuka Agama Nusantara yang diluncurkan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, 19 Desember 2016. Kementerian Agama resmi meluncurkan terjemahan Alquran dalam berbagai bahasa daerah. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, paham komunisme belakangan kerap didengungkan sejumlah pihak laksana hantu yang digunakan untuk menakut-nakuti publik.  "Siapa, sih, yang diduga komunis saat ini? Itu jangan-jangan hantu yang sedang dibangunkan lagi untuk menakut-nakuti kita," kata Lukman di Jakarta, Selasa, 24 Januari 2017.

    Menurut Lukman,  komunisme di Indonesia sudah lama mati. Di negara lain, komunisme juga tidak berkembang menjadi landasan ideologi bangsa kecuali di beberapa negara. Ada negara yang konsisten mempraktikkan komunisme, justru membuat rakyatnya tertekan, seperti di Kuba dan Korea Utara.

    Sedangkan Tiongkok yang dikenal sebagai negara komunis, juga mempraktekkan sistem kapitalis. "Negara manakah yang masih mampu bertahan dengan fondasi komunisme? Cina, mereka kini jauh lebih kapitalis ketimbang negara lain," kata Menteri Lukman.

    Baca: Panglima TNI Serukan Tak Perlu Khawatir Komunisme Bangkit

    Lukman mengaku sebagai seorang yang optimistis komunisme tidak akan tumbuh subur di Indonesia. Pada masa kini, komunisme sudah tidak relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila, kata Lukman, mampu membuktikan dapat membendung perkembangan komunisme di Indonesia.

    "Mungkin respons saya terlalu berlebihan. Akan tetapi, saya ingin menegaskan bahwa kita tak boleh larut dengan isu yang tak punya basis fakta," kata Lukman.

    Terpisah, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengapresiasi pembentukan Lembaga Pemantapan Pancasila. "Namun dengan metoda yang sesuai dengan perkembangan jaman," kata Zulkifli dalam keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Selasa 24 Januari 2017.

    Zulkifli Hasan menyampaikan kepada Presiden bahwa setiap tanggal 1 Juni, MPR mempunyai tradisi menggelar acara Pidato Bung Karno di hadapan Sidang BPUPKI. Acara itu sekarang telah dijadikan hari nasional sehingga kegiatan tersebut diambil alih oleh pemerintah.

    Baca: 50 Tahun Usai G30S 1965, TNI Masih Dihantui Komunisme


    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?