Minggu, 15 September 2019

BKSDA Jabar akan Laporkan Kebun Binatang Bandung ke Menteri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memberi makanan pada beruang madu (Herlatos malayanus) di kandang Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, 21 Januari 2017.  Kebiasaan buruk pengunjung adalah selalu melempar makanan pada binatang yang membuat hewan memiliki insting untuk selalu meminta makanan. TEMPO/Prima Mulia

    Pengunjung memberi makanan pada beruang madu (Herlatos malayanus) di kandang Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, 21 Januari 2017. Kebiasaan buruk pengunjung adalah selalu melempar makanan pada binatang yang membuat hewan memiliki insting untuk selalu meminta makanan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Sustyo Iriyono mengatakan tengah menyusun laporan untuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan soal kasus terbaru Kebun Binatang Bandung. Kasus itu terkait dengan kondisi seekor beruang madu yang kurus seperti dilontarkan Yayasan Scorpion Indonesia, kelompok pemantau perdagangan satwa liar.

    “Hasil laporannya akan disampaikan segera untuk pengambilan keputusan oleh Menteri,” kata Sustyo, Minggu, 22 Januari 2017.

    Laporan yang disusun, antara lain berisi penjelasan dan kronologi kasus beruang madu tersebut serta kondisi Kebun Binatang Bandung saat ini. “Soal ditutup atau tidak, itu kewenangan Menteri,” ujarnya.

    Baca juga:
    Cerita Jokowi Jatuh Cinta Busur dan Anak Panah
    Menteri KLHK Segera Putuskan Nasib Kebun Binatang Bandung
    Beruang Kelaparan, Ridwan Kamil: Kebun Binatang Milik Swasta

    Sabtu, 21 Januari 2017, BKSDA Jawa Barat mengumpulkan sejumlah pihak yang terkait dengan kasus tersebut, seperti Kebun Binatang Bandung, Scorpion, dan Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). “Tidak ada kesimpulan atau rekomendasi, masing-masing punya opini,” kata Sustyo.

    Dia mengatakan video unggahan Scorpion tentang beruang madu yang kurus merupakan rekaman pada Mei 2016 pasca-kematian gajah bernama Yani di Kebun Binatang Bandung. Kondisi beruang saat itu, menurut Sustyo, telah diketahui setelah tim BKSDA Jawa Barat, PKBSI, dan Taman Safari Indonesia melakukan supervisi menyeluruh tentang kondisi Kebun Binatang Bandung. “Beruang termasuk yang di-screening, dikasih obat, dan terus dikawal untuk perbaikan,” ujarnya.

    Ketika diperiksa kembali tiga bulan kemudian atau pada Agustus 2016, beruang bernama Kardin itu, kata Sustyo, bobotnya naik dan tergolong sehat. Selain itu, beruang tersebut sering dikeluarkan dari kandang karantina agar cukup mendapat sinar matahari untuk mengatasi parasit di tubuhnya. “Namun karena usianya sudah tua, kelihatan iganya itu pasti,” kata dia.

    Simak juga:
    Bupati Bantul Pertahankan Camat NonMuslim: Sesuai Pancasila
    Berkas Perkara Buni Yani Tak Kunjung Lengkap
    Paus Fransiskus: Waspada Pemimpin Populis Berwatak Hitler

    Adapun kelompok Scorpion merekam kondisi beruang madu di Kebun Binatang Bandung pada medio 2016 dengan kamera video. Selain terlihat ada yang kurus, ada empat beruang yang meminta makanan ke pengunjung dan memakan kotorannya sendiri. Scorpion mengaku telah membuat petisi untuk menyelamatkan beruang madu di Kebun Binatang Bandung. ‎

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.