SBY: Kerukunan dan Kebersamaan Kita Sedang Diuji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY Bicara tentang Patriotisme di Universitas Terbuka(Komunika Online)

    SBY Bicara tentang Patriotisme di Universitas Terbuka(Komunika Online)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Indonesia sedang bertransformasi menjadi lebih modern. Akibatnya, kata Yudhoyono, kehidupan sosial dan politik terlihat sangat dinamis. SBY berharap Indonesia menjadi negara maju pada abad ke-21.

    “Seiring transformasi, kehidupan sosial sangat dinamis. Kerukunan dan kebersamaan kita sering diuji,” kata presiden keenam Indonesia ini dalam perayaan Natal Nusantara Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu, 21 Januari 2017.

    Yudhoyono mengatakan tokoh-tokoh agama dan masyarakat mempunyai tanggung jawab moral dalam mendewasakan politik dan demokrasi. “Saya percaya etika politik dan moral akan membantu kita untuk mengatasi masalah yang dihadapi,” kata dia. Menurut dia, Indonesia sudah teruji dalam menggunakan kebersamaan dan kerukunan untuk menghadapi tantangan.

    SBY didampingi istrinya, Ani Yudhoyono, menghadiri perayaan Natal Nusantara Partai Demokrat. Hadir juga Agus Harimurti Yudhoyono, yang sedang mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta, yang didampingi Anisa Pohan, dan adiknya Edhie Baskoro, yang juga didampingi istri Aliya Rajasa.

    Ketua panitia perayaan Natal Nusantara, Benny K. Harman, mengatakan perayaan ini adalah perayaan rutin bagi partainya. Namun, perayaan ini istimewa karena kehadiran Yudhoyono.

    Yudhoyono berharap jemaat menjadi sumber cinta dan kasih sayang bagi kemanusiaan. "Setiap kita memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan kondisi yang rukun dan damai," ujar dia. SBY pun meminta tokoh agama dan masyarakat memperkuat silaturahmi dan dialog dalam berbangsa dan bernegara.

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.