SBY: Ya Allah Negara Kok Jadi Begini, Juru Fitnah Berkuasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan pandangan Partai terhadap isu nasional terkini di Cikeas, Bogor, 10 Juni 2016. SBY menyampaikan tujuh isu penting, terutama pada isu Ekonomi dan Hukum. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan pandangan Partai terhadap isu nasional terkini di Cikeas, Bogor, 10 Juni 2016. SBY menyampaikan tujuh isu penting, terutama pada isu Ekonomi dan Hukum. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seperti sedang gundah dengan kondisi negara ini. Dalam cuitan di akun Twitter resminya, @SBYudhoyono mengungkapkan kegundahannya terkait banyaknya berita fitnah dan hoax.

    "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? SBY," cuitnya, Jumat, 20 Januari 2016.

    Baca juga: SBY Tulis Petuah Panjang Lebar, Jokowi Geleng Kepala

    SBY Prihatin Juru Fitnah Berkuasa, Politisi Demokrat: Wajar
    Status ini menuai banyak respon dari netizen. Sekitar 50 menit setelah dimunculkan mendapat lebih dari 600 balasan, 800 orang lebih memberi tanda favorit dan di-retweet lebih dari seribu kali.

    Akun @SBYudhoyono merupakan akun resmi Presiden Ke-6 Indonesia ini. Meski dikelola oleh staf pribadi, SBY juga kerap memosting langsung. Twit yang berasal dari SBY selalu diakhiri dengan tanda *SBY*.

    SBY terakhir kali mencuit pada akhir tahun lalu. Saat itu, ia memberikan "kultweet" terkait refleksi akhir tahun. Selain mengingatkan soal kerukunan, SBY juga mengajak untuk menjaga kejujuran agar terbebas dari fitnah dan kebohongan.


    Simak pula: 
    SBY Protes Intelijen, Ini Kata Jokowi dan JK
    Jelang 4 November, SBY Ceritakan Pengalamannya Hadapi Demo

    Isu berita bohong (hoax) belakangan santer di Indonesia. Pemerintah pun gerak cepat untuk mengatasi hal ini. Mulai dari menutup situs-situs yang diduga menyebarkan berita bohong, hingga berencana bertemu dengan pemilik media sosial Facebook Mark Zuckerberg.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pemerintah menemukan momentum mengajak bertemu Facebook guna memrangi hoax setelah Jerman merasa gerah dengan banyaknya berita palsu di platform media sosial itu.


    AHMAD FAIZ

    Baca juga: 
    Anggota Plesir ke Israel, Apa Sikap MUI?
    Ahok Dituduh Menistakan Agama, Ini Tanggapan Anak dan Istri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.