Suap Mesin Garuda, Kenapa Rolls Royce Tak Terjerat?

Reporter

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif saat diwawancara sejumlah awak media usai pembukaan Anti-Corruption Teacher Supercamp, di Nusa Dua, Bali, 31 Oktober 2016. TEMPO/BRAM SETIAWAN

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi tak bisa menjerat Rolls-Royce, perusahaan produsen mesin asal Inggris yang diduga menyuap Emirsyah Satar yang saat itu menjabat Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Pasalnya, undang-undang Indonesia belum mengatur hal tersebut.

"Kita agak susah. Undang-undang kita belum bisa menjangkau ke sana. Sedangkan undang-undang Inggris memang ada," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif saat menggelar konferensi pers di KPK, Kamis, 19 Januari 2017.

Baca juga: 
5 Lokasi Penggeledahan KPK Soal Suap Mesin Garuda  
Emirsyah Satar Tersangka Suap, Begini Riwayat Kariernya  

Rolls Royce diduga menyuap Emirsyah agar membeli mesin pesawat di perusahaannya. Rupanya, penyuapan itu juga dilakukan di negara lain, seperti Cina, Thailand, Malaysia, dan Rusia.

Karena itu, Rolls Royce mendapatkan hukuman dari Inggris dan harus membayar denda sebesar 671 juta pound sterling. "Jadi, di sana, kalau ada perusahaan Inggris atau Amerika Serikat yang menyuap orang yang ada di luar wilayah Inggris atau luar wilayah Amerika, dia bisa dituntut dengan undang-undang mereka. Kalau di kita, masih belum bisa," ucap Syarif.

Meski demikian, tutur Syarif, tak menutup kemungkinan KPK akan meminta kesaksian pihak Rolls-Royce untuk memberi keterangan dalam penyidikan kasus ini. "Kalau seandainya dibutuhkan keterangan Rolls Royce, itu akan dilakukan," katanya.

Syarif berujar, saat ini, lembaganya masih mengandalkan informasi Serious Fraud Office (SFO), badan antikorupsi di Inggris, dan Corrupt Practice Investigation Bureau (CPIB) dari Singapura. Menurut dia, dua badan itu mau membagi semua data pemeriksaan untuk penyidikan bersama.

Emirsyah diduga menerima uang sebesar euro 1,2 juta dan US$ 180 ribu atau sekitar Rp 20 miliar serta barang senilai US$ 2 juta. 

MAYA AYU PUSPITASARI






Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

15 jam lalu

Jaksa Dakwa Eks Wali Kota Ambon Terima Suap Rp 11,259 Miliar

Wali Kota Ambon selama dua periode ini didakwa telah menerima suap dan atau gratifikasi dari sejumlah kepala dinas di Pemkot Ambon.


Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15: Bagaimana Soal Utang Piutang?

1 hari lalu

Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15: Bagaimana Soal Utang Piutang?

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pengajuan permohonan chapter 15 itu tindak lanjut atas penundaan kewajiban pembayaran utang


Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

2 hari lalu

Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

Penerbangan khusus Garuda Indonesia ini diberangkatkan bertahap dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Jinnah.


Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

3 hari lalu

Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

Chapter 15 merupakan mekanisme atas pengakuan (recognition) putusan homologasi dalam tahapan PKPU yang dilalui Garuda di negara lain.


Breaking News: KPK Resmi Tahan Hakim Agung Sudrajad Dimyati

6 hari lalu

Breaking News: KPK Resmi Tahan Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Hakim Agung Sudrajad Dimyati resmi ditahan KPK hari ini. Dia ditahan sebagai tersangka kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung.


Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati, KPK Geledah Mahkamah Agung

6 hari lalu

Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati, KPK Geledah Mahkamah Agung

Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati terus didalami KPK. Hari ini penyidik menggeledah gedung Mahkamah Agung.


Garuda Right Issue November, Dirut: Tidak untuk Bayar Utang

7 hari lalu

Garuda Right Issue November, Dirut: Tidak untuk Bayar Utang

Penambahan modal untuk PT Garuda Indonesia masih berlangsung. Pemerintah memberikan dana sebesar Rp 7,5 triliun.


Anak Buah Sri Mulyani Prediksi Garuda Bisa Cetak Laba Mulai 2022

7 hari lalu

Anak Buah Sri Mulyani Prediksi Garuda Bisa Cetak Laba Mulai 2022

Pada akhir 2021, Garuda tercatat membukukan kerugian yang diatribusikan ke entitas induk senilai US$ 4,16 miliar atau setara dengan Rp 62 triliun.


Kasus Suap Rektor Unila Karomani, KPK Tanya Ini Kepada Saksi Tjitjik

19 hari lalu

Kasus Suap Rektor Unila Karomani, KPK Tanya Ini Kepada Saksi Tjitjik

Prof Karomani yang saat itu menjabat Rektor Unila terjaring operasi tangkap tangan KPK pada Sabtu, 20 Agustus 2022, di Bandung karena kasus suap.


Diduga Terima Uang Suap Kasus Judi Online, Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Terancam PTDH

22 hari lalu

Diduga Terima Uang Suap Kasus Judi Online, Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Terancam PTDH

Sanksi PTDH adalah ancaman maksimal terhadap pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan Kanit Reskrim Polsek Penjaringan dan 7 anak buahnya.