KPK Tetapkan Eks Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar sebagai Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus dugaan suap pembelian pesawat Airbus A330.

    Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif membenarkan informasi itu saat dikonfirmasi. "Iya, jawabannya," ucap Laode via WhatsApp, Kamis, 19 Januari 2017. "Tunggu konpers." Rencananya, pengumuman resmi terkait dengan penetapan tersangka itu akan dilakukan sore ini.

    Baca: Garuda Beli Enam Airbus di Masa Emirsyah
    Emir Jadi Tersangka, Ini Riwayat Kariernya

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menuturkan suap ini terindikasi terjadi di lintas negara. Nilai suapnya pun cukup signifikan. "Mencapai jutaan dolar Amerika," ujarnya.

    Namun Febri tak menjelaskan secara detail perkaranya. "Tim masih bergerak. Rinciannya akan kami sampaikan segera."

    Dalam penyidikan perkara ini, penyidik telah menggeledah empat lokasi di Jakarta Selatan. Febri mengatakan penggeledahan dilakukan pada Rabu, 18 Januari 2017.

    Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar menyatakan penyidikan yang dilakukan KPK tak ada hubungannya dengan kegiatan korporasi. "Namun lebih kepada tindakan perseorangan," ucapnya melalui pesan WhatsApp, Kamis.

    Menurut Benny, sebagai perusahaan publik, Garuda Indonesia sudah memiliki mekanisme dalam seluruh aktivitas bisnisnya, mulai penerapan sistem GCG yang diterapkan secara ketat hingga transparansi dalam informasinya.

    Meski demikian, Benny menuturkan manajemen Garuda Indonesia menyerahkan penuntasan kasus ini sepenuhnya kepada KPK. "Kami akan bersikap kooperatif dengan pihak penyidik," katanya.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Baca juga:
    Google Dipanggil Ditjen Pajak, Ini Harapan Sri Mulyani
    Menkumham: 7.000 Hukuman Administratif WNA Sepanjang 2016


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.