Gempa Deli Serdang, Begini Kepanikan Warga Setempat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Medan - Warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, panik akibat gempa yang terjadi sebanyak dua kali pada Senin malam, 16 Januari 2017, pukul 19.13 W dan 19.42. "Terasa bergoyang semua. Makanya kami sekeluarga lari ke luar rumah," kata Suhartini, warga Deli Serdang, Senin malam.

    Baca juga: Gempa Deli Serdang Terasa hingga Medan, Warga Berhamburan

    Ia mengatakan, saat gempa terjadi, ia bersama keluarganya sedang di ruang tamu menyaksikan siaran televisi. Tiba-tiba mereka merasakan tanah serasa bergoyang dan lampu gantung yang berada di ruang tamu juga bergoyang dengan kuat.

    Menyadari hal itu, Suhartini dan ketiga anak beserta suaminya langsung berhamburan ke luar rumah. Mereka khawatir gempa itu merobohkan rumah. "Kami sempat panik, tapi alhamdulillah gempa itu tidak sampai merusak rumah kami," katanya.

    Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kualanamu Mega Sirait mengatakan, pukul 19.13, gempa yang terjadi berkekuatan 3,9 skala Richter (SR). Sedangkan gempa yang terjadi pada pukul 19.42 memiliki kekuatan 5,6 SR.

    Pusat gempa pertama berada di 23 kilometer barat daya Kabupaten Deli Serdang dengan lokasi 3,24 derajat Lintang Utara dan 98,59 derajat Bujur Timur. Adapun pusat gempa tersebut berada 10 kilometer di bawah permukaan laut.

    Sedangkan gempa kedua berpusat di 28 kilometer barat daya Deli Serdang dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Pusat gempa tersebut berada di 3,33 derajat Lintang Utara dan 98,46 derajat Bujur Timur.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.