Begini Penghadangan MUI dan FPI oleh Warga Dayak di Sintang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga suku Dayak menolak kedatangan Wasekjen MUI, Tengku Zulakrnain. twitter.com

    Warga suku Dayak menolak kedatangan Wasekjen MUI, Tengku Zulakrnain. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain dihadang oleh sejumlah warga adat Dayak di Bandara Susilo Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

    Sebuah video berjudul "Ustad Tengku Zulkarnain, MUI dan FPI Dihadang Warga Dayak saat di Bandara Sintang, Kalimantan Barat" beredar di media sosial Youtube. Video berdurasi 1 menit 39 detik itu diunggah oleh akun anton guntordotcom pada 11 Januari 2017.

    Baca juga:

    Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain Ditolak Warga Dayak Sintang
    Warga Tolak Tengku Zulkarnain MUI, Ini Kata Dewan Adat Dayak

    Dalam video itu, pesawat terparkir di Bandara Sintang. Di sebelah pesawat terlihat belasan pria dengan pakaian adat berkerumun. Beberapa anggota kepolisan berjaga sembari sesekali berbicara pada para pria itu. Mereka mencoba menenangkan kerumunan itu.

    Sempat terdengar teriakan, "Kau merusak NKRI, tak boleh turun kau." Tak jauh dari kerumunan itu, ada tiga orang pria membawa spanduk mengatasnamakan Forum Pemuda Dayak bertuliskan 'FPI Ormas Anti Pancasila dan UUD 1945, Harus Dibubarkan...!!'

    Saat dihubungi, Tengku Zulkarnain membenarkan insiden penghadangan yang membuatnya tak turun dari pesawat. Mereka menghunuskan mandau (golok), saya diserbu saat muncul di depan pintu,” ujar Tengku saat ditelepon Tempo, Kamis, 12 Januari 2017.

    Video itu telah ditonton oleh lebih dari 15 ribu kali. Sebanyak 104 kali para pengguna Youtube mengomentari video itu.

    Adapun agenda kedatangan Tengku ke kabupaten tersebut untuk memenuhi undangan Bupati Sintang, dalam rangka peringatan Maulid Nabi. Dia datang bersama anaknya, Lukman Hakim, dan seorang ustad lain.

    Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Komisaris Besar Suhadi SW sempat mengatakan bahwa penolakan itu adalah bentuk kesalahpahaman. Polisi mengimbau semua pihak tidak terprovokasi.

    EGI ADYATAMA | YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.