2 Alasan Jokowi Akan Reshuffle Kabinet?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle jilid II, Jakarta, 27 Juli 2016. Dalam reshuffle jilid II ini tampak nama Sri Mulyani yang kembali mendapat mandat menjadi Menteri Keuangan setelah sebelumnya ia pernah menjabat pada kabinet Indonesia Bersatu II. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle jilid II, Jakarta, 27 Juli 2016. Dalam reshuffle jilid II ini tampak nama Sri Mulyani yang kembali mendapat mandat menjadi Menteri Keuangan setelah sebelumnya ia pernah menjabat pada kabinet Indonesia Bersatu II. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Kabar mengenai rencana Presiden Joko Widodo melakukan perombakan atau reshuffle kabinet santer beredar. "Saya dengar memang ada (reshuffle) Januari ini, tapi tunggu saja keputusan Presiden," ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Syarifuddin Sudding, Jumat pekan lalu.

    Seorang pengurus teras Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengatakan rencana perombakan kabinet sudah muncul pada pekan pertama November lalu. Pasalnya, Presiden Jokowi tidak puas terhadap kinerja sejumlah menteri. Selain itu, Presiden Jokowi kecewa terhadap sejumlah bawahannya yang tak mampu meredam rencana demonstrasi pada 4 November lalu. Setelah aksi yang meminta kepolisian memproses hukum kasus dugaan penistaan Al-Quran oleh Basuki Tjahaja Purnama itu, sempat muncul kericuhan. Sejumlah mobil aparat keamanan dibakar massa.

    Namun, masih menurut sumber Tempo tersebut, pelaksanaan reshuffle terpaksa tertunda karena munculnya aksi lanjutan pada 2 Desember lalu. Untuk menghindari situasi politik yang semakin memanas, Presiden memilih menundanya hingga kondisi dianggap sudah tenang. "Jadi diundur lagi, bisa pertengahan Januari," ujarnya, pekan lalu.

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Perekonomian PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan partainya sudah menyiapkan sejumlah nama yang diharapkan bakal masuk bursa pengganti menteri. Hendrawan enggan menyebutkan siapa saja nama-nama calon menteri yang telah disiapkan itu. "Bukan untuk konsumsi umum," katanya, Senin lalu.

    Jokowi sempat menyinggung tentang reshuffle ketika mengumpulkan para pemimpin redaksi di Istana Kepresidenan pada Selasa siang. "Tadi Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan tentang isu reshuffle yang beredar," ujar juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi, kepada Tempo, Selasa, 3 Januari 2016.

    Dalam kesempatan itu, kata Johan, Jokowi menegaskan kembali bahwa tidak ada reshuffle seperti yang dikabarkan. Johan tidak menjelaskan lebih lanjut apakah tidak ada reshuffle itu untuk bulan ini saja atau masih terbuka kemungkinannya.

    HUSSEIN ABRI DONGORAN | ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga