Jadi Tersangka, Saipul Jamil Datangi KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedangdut Saipul Jamil, usai menjalani pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta,22 Desember 2016. Ia diperiksa setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pedangdut Saipul Jamil, usai menjalani pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta,22 Desember 2016. Ia diperiksa setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Pedangdut Saipul Jamil hari ini mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi setelah penetapannya sebagai tersangka. Datang sekitar pukul 10.30, ia mengenakan kaus lengan pendek putih.

    Saipul keluar dari lobi gedung KPK pukul 12.50. Dia menolak berkomentar sedikit pun perihal kedatangan dan statusnya. Ia hanya melempar senyum kepada wartawan.

    “Kalau mau informasinya dari pengacara saya, Pak Tito Hanata Kusuma, yang saat ini berhalangan datang,” katanya di KPK, Kamis, 22 Desember 2016.

    Rabu kemarin, KPK menetapkan Saipul sebagai tersangka. Saipul diduga memberikan hadiah atau janji kepada panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi. 

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan pemberian hadiah itu dilakukan secara bersama-sama melalui kakak Saipul, Samsul Hidayatullah, dan pengacara Bertha Natalia serta Kasman Sangaji.

    Menurut Febri, pemberian hadiah tersebut berkaitan dengan pengurusan perkara perbuatan asusila terhadap seorang anak yang dilakukan Saipul. Ia mengatakan Saipul disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Febri menambahkan, penetapan tersangka terhadap Saipul merupakan pengembangan perkara atas operasi tangkap tangan terhadap Rohadi dan Bertha di kawasan Sunter pada Juni 2016. Dalam penangkapan tersebut, tim penyidik menyita duit Rp 250 juta. Duit itu akan diberikan kepada ketua majelis hakim yang menangani perkara Saipul, Ifa Sudewi, agar Ifa menjatuhkan putusan seringan-ringannya kepada terdakwa Saipul Jamil.

    DANANG FIRMANTO

    Baca juga:
    BBC Menulis 'Om Telolet Om' dan Musik Telolet Para DJ
    Rahasia Jokowi, Mengapa Suka Menteri Perempuan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?