INVESTIGASI: Fakultas Kedokteran Diprotes, Ini Kata Nasir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek), Muhammad Nasir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek), Muhammad Nasir. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir membantah jika fakultas kedokteran yang baru dibuka pada Maret lalu tidak memenuhi syarat. Bahkan Nasir mengatakan delapan fakultas kedokteran baru tersebut sudah beroperasi.

    "Semua sudah jalan. Yang bilang siapa?" kata Nasir dengan nada tinggi saat dikonfirmasi di Kantor Kementerian Perindustrian, Selasa tiga pekan lalu.

    Pada 29 Maret lalu, Menrisetdikti mengumumkan pemberian izin operasi membuka program studi pendidikan dokter kepada delapan perguruan tinggi. Mereka adalah Universitas Surabaya, Universitas Islam Negeri Alauddin di Makassar, Universitas Khairun di Ternate, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Wahid Hasyim di Semarang, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim di Malang, Jawa Timur, serta Universitas Bosowa di Makassar.

    BacaINVESTIGASI: Nasir Izinkan 5 Fakultas Kedokteran Baru

    Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menilai pemberian izin kepada lima kampus di antaranya tidak memenuhi syarat sesuai hasil penilaian Tim Evaluasi Program Studi Dokter yang dibentuk oleh Kemenrisetdikti. Kelima perguruan tinggi itu adalah Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Wahid Hasyim, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, dan Universitas Bosowa. Tapi kelima pejabat perguruan tinggi yang bersangkutan membantahnya.

    Anggota Tim Evaluasi Irawan Yusuf membenarkan jika hanya dua perguruan tinggi yang memenuhi syarat dan satu kampus berstatus afirmasi sesuai hasil penilaian tim. Ketiga kampus itu adalah Universitas Surabaya, UIN Alauddin, dan Universitas Khairun. Baca Investigasi Majalah Tempo dengan judul "Obral Izin Sekolah Dokter" edisi 19-24 Desember 2016.

    SimakINVESTIGASI: Lobi Politik dan Izin Fakultas Kedokteran Baru

    Keterangan KKI dan anggota Tim Evaluasi itu dibantah oleh Menteri Nasir. Berikut konfirmasi singkat dengan Nasir pada dua tempat terpisah di Kementerian Perindustrian dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat, tiga pekan lalu.

    Lima dari 8 fakultas kedokteran yang baru ternyata tidak memenuhi syarat?
    *Sudah ada izinnya semua. Sudah jalan.

    Sesuai hasil penilaian Tim Evaluasi, ada lima tidak memenuhi syarat?
    *Yang bilang siapa.

    Tim Evaluasi, KKI dan Ikatan Dokter Indonesia mengatakan demikian...
    *Sudah jalan semuanya.

    Apa benar ada tekanan sehingga terpaksa memberi izin kepada mereka?
    *Tidak ada itu

    TIM INVESTIGASI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.