Penetapan Gubernur Sulawesi Barat Tegang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Mamuju: Anwar Adnan Saleh dan Muhammad Amri Sanusi ditetapkan sebagai Gubenur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2006 – 2011, siang tadi. Penetapan dibacakan Ketua Kelompok Kerja Perhitungan Suara, Muhammad Ridwan, dalam sidang rekapitulasi dan penetapan gubernur terpilih di DPRD Sulawesi Barat.Penetapan menyusul kemenangan Amwar-Amri pada pemilihan yang digelar 21 Juli lalu. Pasangan yang diusung Partai Golkar mengungguli dua kandidat lainnya, yakni sebesar 220.076 suara atau 45,69 persen dari total suara sah sebanyak 481.638.Posisi kedua ditempati pasangan Salim S. Mengga dan Hatta Dai’. Pasangan diusung Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahteran, dan PDI Perjuangan itu meraih 165.094 atau 34,28 persen. Hasyim Manggabarani dan Arifuddin Katta yang diusung Partai Merdeka, Partai Amanat Nasional, dan Partai Bintang Reformasi meraih 96.468 suara atau hanya 20,03 persen.Komisi Pemilihan Umum memberi kesempatan tiga hari bagi mereka yang hendak mengajukan keberatan, sebelum hasil pemilihan diserahkan ke DPRD. Selanjutnya, DPRD memberi batas waktu 14 hari pada pasangan calon yang mengajukan gugatan. Apabila tidak ada yang keberatan DPRD mengajukan surat pada Menteri Dalam Negeri untuk melantik Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2006-2011.Sidang penetapan hasil pemilihan yang menetapkan Anwar Adnan Saleh sebagai Gubernur Sulawesi Barat sempat diwarnai interupsi dan aksi keluar ruangan walk out saksi. Saksi pasangan Salim S. Mengga – Hatta Dai’, Mukhtar dan Nasry Syahrir memprotes dan menolak penetapan itu. Protes juga dipicu perbedaan data perolehan suara yang dimiliki tim pasangan calon dengan data yang diumumkan KPU. Mereka sempat menggebrak meja. Keduanya lantas meninggalkan ruangan karena merasa aspirasinya diabaikan.Ketua KPU Sulawesi Barat, Muhammad Jamil Barambangi, menjamin semua proses pemilihan berjalan demokratis. Ia memabantah jika dinilai tidak aspiratif. “Masukan dan usulan telah kami jalankan, tidak ada yang kami abaikan”, ujarnya.Sidang penetapan juga diwarnai aksi demonstrasi. Sekitar 30 orang dari Forum Masyarakat Polman membentangkan spanduk dan berorasi setelah mereka ditolak masuk ke ruang sidang. Salah seorang warga, Aco Babo, diamankan aparat kepolisian karena memaksa masuk dan membawa senjata tajam.Proses penetapan dijaga ekstra ketat aparat kepolisian. Sekitar 1.000 personel polisi dari berbagai kesatuan disiagakan. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Wilayah Pare-Pare, Komisaris Besar Polisi Genot Harianto. Anwar Anas

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.