Universitas di Aceh Kirim Psikolog ke Posko Pengungsi Gempa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita beridiri di antara reruntuhan pasar yang rubuh dilanda gempa bumi di Meureudu, Aceh, 8 Desember 2016. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman setelah gempa kuat melanda wilayah itu. AP/Heri Juanda

    Seorang wanita beridiri di antara reruntuhan pasar yang rubuh dilanda gempa bumi di Meureudu, Aceh, 8 Desember 2016. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman setelah gempa kuat melanda wilayah itu. AP/Heri Juanda

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Beberapa universitas di Aceh mengirim tim psikolog untuk memulihkan trauma korban gempa di posko-posko pengungsian di Pidie Jaya.

    Saat ini, tim psikolog yang membantu pengungsi di antaranya tim psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Negeri Islam Ar Raniry, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Malikussaleh (Unimal) dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).

    Tim Psikolog Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara mengirimkan puluhan mahasiswa psikologi dan psikolog ke lokasi gempa. Tim dipimpin oleh Nursan Junita.
     
    “Tim memberikan pemulihan trauma di Desa Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya. Selain itu, tim terus mobile ke desa lainnya,” sebut Rektor Unimal, Prof. Apridar, Senin 12 Desember 2016.

    Pemimpin Tim Psikologi Unimal, Nursan Junita, mengatakan tim menggelar aksi psikososial bersama anak-anak dengan melakukan terapi bermain. Selain itu juga melakukan group support therapy terhadap ibu-ibu dengan melakukan konseling kelompok, psikoedukasi mengenai reaksi yang terjadi ketika bencana.

    "Berbagi cerita dan melakukan teknik relaksasi  juga dilakukan tim,” sebutnya

    Menurutnya, pascagempa sangat dibutuhkan tim psikolog di semua lokasi pengungsian. Tujuannya untuk memulihkan trauma masyarakat pascabencana.

    Sementara Pembantu Rektor IV Unsyiah, Nazamuddin, mengatakan pihaknya telah mengirimkan tim psikolog sejak tiga hari lalu. Mereka berasal dari dosen dan mahasiswa Program Studi Konseling FKIP Unsyiah. "Fokusnya melakukan trauma healing serta konseling untuk mengatasi trauma, khususnya bagi anak-anak korban gempa."

    Menurutnya, selain kepada pengungsi, trauma healing ini juga diberikan kepada 400 siswa dan 70 guru di SMK 1 Bandar Baru, Pidie Jaya. Saat ini tim masih bekerja di lokasi gempa.

    ADI WARSIDI

    Baca:
    Gempa Pidie Jaya, Masyarakat Gayo Kirim Sayur dan Buah
    Gempa Aceh, Bandara Sultan Iskandar Muda Beroperasi 24 Jam
    Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa Aceh Terus Mengalir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.