Polri Minta Istana Perketat Pengamanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bentuk bom yang ditemukan di rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Istimewa

    Bentuk bom yang ditemukan di rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana empat teroris Bekasi melakukan teror bom berdampak ke pengamanan sejumlah obyek vital, tak terkecuali Istana Kepresidenan yang dikabarkan menjadi target pengeboman. Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian RI Komisaris Besar Awi Setiyono menyatakan peningkatan keamanan di Istana Kepresidenan perlu atau harus dipertimbangkan.

    "Akan kami berikan warning (peringatan ke Istana Kepresidenan)," ucap Awi saat memberi keterangan pers di kantor Divisi Hubungan Masyarakat Polri terkait dengan rencana teror bom empat teroris Bekasi, Minggu, 11 Desember 2016.

    Pada Sabtu kemarin, Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap empat warga Bekasi yang dikabarkan akan melakukan serangan bom bunuh diri di depan Istana Kepresidenan saat proses pergantian penjaga. Empat orang yang telah dinyatakan sebagai tersangka itu berinisial MNS, S, AS, dan DYN.

    Sosok yang berinisial DYN adalah Dian Yulia Novi. Ia tertangkap rumah kos di Jalan Bintara VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Dari tempat kos tersebut, kepolisian menemukan bom panci siap pakai dengan daya ledak tinggi, bisa menghancurkan obyek yang berada dalam radius 300 meter dari hulu ledak.

    Awi berujar, peringatan akan ancaman bom berdaya ledak tinggi itu akan disampaikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas keamanan Istana Kepresidenan, dalam hal ini Pasukan Pengamanan Presiden. "Stakeholder harus memastikan keamanan," tuturnya.

    Meski menyarankan peningkatan keamanan, Awi mengatakan kabar Istana Kepresidenan menjadi target teroris Bekasi belum sepenuhnya akurat. Dengan kata lain, bisa saja Istana sesungguhnya tak diincar mengingat tidak ada agenda pergantian petugas jaga Istana Kepresidenan hari ini.

    "Makanya saya bilang, info bahwa Istana Kepresidenan diincar masih simpang-siur. Istana juga belum memberikan pernyataan, kan," ucap Awi.

    Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Bambang Suswantono tidak merespons telepon Tempo ketika beberapa kali dihubungi. Sementara itu, Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan Bey Machmudin membenarkan bahwa tidak ada pergantian petugas jaga Istana Kepresidenan hari ini.

    ISTMAN M.P.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.