Demo Hari Antikorupsi, Makassar Siapkan Pengaman Berlapis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Sulselbar Irjen Pol Anton Charliyan (kiri) memeriksa pasukan Satuan Brimob pada upacara pelepasan di Polda Sulselbar, Makassar, Sulawesi Selatan, 6 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    Kapolda Sulselbar Irjen Pol Anton Charliyan (kiri) memeriksa pasukan Satuan Brimob pada upacara pelepasan di Polda Sulselbar, Makassar, Sulawesi Selatan, 6 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Makassar - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan sudah menyiapkan pengamanan untuk aksi unjuk rasa peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada Jumat, 9 Desember 2016. 

    "Kita sudah siapkan pengamanan berlapis-lapis, mulai pasukan polwan hingga sabhara yang tak memakai peralatan yang memakai (peralatan)," kata Anton di Mapolda, Kamis, 8 Desember. 

    Anton menyebutkan jumlah personel yang disiapkan sekitar 2.074 orang khusus untuk Kota Makassar. "Pengamanan ini sudah termasuk TNI, itu di luar Polrestabes," ucap jenderal bintang dua ini. 

    Dia menuturkan hampir seluruh kampus di Makassar Saat akan diantisipasi. Namun Anton meyakini mahasiswa di Sulawesi Selatan tak bakal bertindak anarkistis. "Kita sudah koordinasi dengan pihak yang akan melakukan aksi. Alhamdulillah mahasiswa Sulawesi Selatan sudah dewasa," tutur Anton. 

    Di lain sisi, ia menyatakan pihaknya bakal memberikan penghargaan kepada pengunjuk rasa yang tertib. Misalnya, penghargaan berupa sertifikat, piagam, atau uang pembinaan. "Mahasiswa di Sulsel ini satu-satunya yang tak terkontaminasi di Indonesia," ucapnya. 

    Selain itu, lanjut Anton, aksi unjuk rasa ini sebagai evaluasi di akhir tahun. Karena itu, Anton tak akan melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi. "Ini malah sebagai representasi era demokrasi. Bagaimana cara menyampaikan aspirasi yang kritis, humanis, damai dan simpatik," tuturnya.

    Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin Abdul Rasyid yang akrab disapa Cido mengatakan mahasiswa harus menyampaikan aspirasi sesuai dengan mekanisme. Sebab, ini merupakan hak bagi warga negara, termasuk mahasiswa. 

    "Kita hanya tak ingin jika aksi itu berakhir negatif. Jadi harus tetap dikawal dan dipantau terus. Jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi," ujar Cido dalam acara silaturahmi antara Kapolda Sulawesi Selatan dan Forum WR III di Mapolda. 

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.