Polisi Periksa Mobil Pengangkut Demonstran 212 di Brebes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa membentangkan poster saat melakukan long march Aksi Bela Islam III menuju Jakarta saat melintas Jalan Raya Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 30 November 2016. Peserta long march terdiri dari para santri, pelajar, aktivis Islam dan guru mengaji. TEMPO/Prima Mulia

    Massa membentangkan poster saat melakukan long march Aksi Bela Islam III menuju Jakarta saat melintas Jalan Raya Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 30 November 2016. Peserta long march terdiri dari para santri, pelajar, aktivis Islam dan guru mengaji. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBrebes - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Brebes melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan pengangkut massa demonstrasi 212 di pintu Jalan Tol Brebes, Kamis, 1 Desember 2016. Satu per satu kendaraan diperiksa, termasuk kelengkapan surat-suratnya. Polisi juga menanyakan surat izin mengemudi (SIM) kepada pengemudinya.

    Kapolres Brebes Ajun Komisaris Besar Luthfie Sulistiawan mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk antisipasi pengamanan terhadap massa pedemo. Polisi ingin memastikan massa yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam Jilid III tidak membawa senjata tajam dan benda-benda terlarang lainnya. "Tadi kami periksa, alhamdulillah tidak ada yang membawa senjata tajam," katanya.

    Luthfie membantah pemeriksaan tersebut sebagai upaya penghadangan. Menurut dia, polisi justru ingin memastikan kondisi peserta aksi. Bahkan polisi juga membagi-bagikan makanan dan minuman kepada peserta aksi. "Kami juga ingin memastikan massa pendemo dalam kondisinya sehat dan fit. Karena ini kan aksi super damai," ujarnya.

    Berdasarkan pantauan Tempo, iring-iringan mobil travel yang mengangkut peserta aksi dari Madura, Jawa Timur, disetop polisi. Konvoi mobil travel yang berjumlah 10 unit tersebut mengangkut lebih dari 300 orang menuju Jakarta. Polisi membagi-bagikan makanan dan minuman kepada penumpang mobil tersebut. Pemeriksaan mulai dilakukan sejak Rabu malam hingga acara demo selesai. 

    Salah seorang peserta aksi, Heri, 50 tahun, mengaku telah mengalami pemeriksaan berkali-kali di sepanjang jalan Pantai Utara sejak di Jawa Timur hingga Jawa Tengah. "Sudah diperiksa (polisi) banyak," ujar warga Pamekasan tersebut. 

    Hal senada diungkapkan peserta aksi lainnya, Jazuli, 40 tahun. Dia mengaku bersama rekan-rekannya pergi ke Jakarta hanya untuk mengikuti istigasah. 

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

    Baca juga: 
    Kejaksaan Agung Tak Menahan Ahok, Ini Alasannya
    Pakai Batik, Presiden Jokowi `Salah Kostum` di Acara Kadin
    Angelina Sondakh Nikah Siri, Ini Kata Aaliyah Massaid



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.