Ketua DPR Lagi, Setya Novanto: Perkuat Sistem Presidensil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam Rapat Pleno Pengurus DPP Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta,6 Oktober 2016. TEMPO/Maria Fransisca (magang)

    Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam Rapat Pleno Pengurus DPP Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta,6 Oktober 2016. TEMPO/Maria Fransisca (magang)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Dewan Perwakilan Rakyat resmi mengesahkan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, sebagai Ketua DPR menggantikan Ade Komarudin dalam sidang paripurna sore ini. Setya kembali menjabat posisi ini  setelah dia mengundurkan diri pada Desember 2015 karena terseret kasus 'papa minta saham'.

    Dalam sambutannya, Setya mengucapkan terima kasih kepada fraksi-fraksi dan seluruh anggota DPR yang telah menetapkannya sebagai Ketua DPR lagi. Dia berjanji akan menjalankan amanah sebagai Ketua DPR dengan sebaik-baiknya. "Sekaligus sebagai bukti untuk mengabdi kepada bangsa dan negara ini," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 30 November 2016.

    Selain itu, Setya menjelaskan dia akan meningkatkan hubungan antar DPR dengan lembaga tinggi lain." Khususnya dengan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperkuat sistem presidensial," kata dia.

    Dia meminta para anggota DPR menjalankan program-program legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan dengan sebaik-baiknya. "Demi kepentingan yang lebih jauh untuk kesejahteraan Indonesia," kata dia.

    Selain itu, Setya juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ade Komarudin. Menurut dia, Ade telah bekerja secara maksimal dan memberikan kontribusi besar bagi kepentingan DPR dan bangsa. "Sekaligus saya mohon doa restu mohon semoga pekerjaan pekerjaan kami bisa berjalan lancar dan bisa bekerja bersama," kata dia.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.