Tuban Kembali Dilanda Banjir Bandang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Tuban -- Banjir bandang dan tanah longsor kembali terjadi di sejumlah tempat di Kabupaten Tuban, Jumat petang 25 November 2016. Ini terjadi menyusul hujan deras yang hampir merata di langit Tuban dan Bojonegoro.

    Ini adalah peristiwa banjir kedua kali dalam bulan ini. Banjir bandang pertama terjadi Sabtu 12 November. Banjir berasal dari daerah dataran tinggi di Tuban bagian selatan seperti di Kecamatan Montong, Grabagan dan Semanding.

    Hujan deras dari tiga kecamatan itu membuat air di kawasan Avour Jambon meluap hingga ke jalan-jalan desa. Di antaranya di jalan-jalan di Kecamatan Merakurak, tepatnya di Desa Mandirejo. Kemudian juga banjir terjadi di Dusun Tileng, Desa Talun Kecamatan Montong, sekitar 30 kilometer barat daya Kota Tuban. Ketinggian air di jalan beraspal sekitar 30 hingga 40 centimeter.

    Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tuban kini tengah mendatangkan alat berat di sejumlah titik jalan di Kecamatan Merakurak yang banjir. Saat bersamaan, ada perbaikan selokan sehingga beberapa tempat tersumbat. “Ya, akibatnya banjir lama surut,” ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludianto, dalam keterangannya di Tuban Jumat malam 25 November 2016.

    Hujan yang terjadi di dataran tinggi Pegunungan Kendeng Utara membuat khawatir warga di Kecamatan Parengan, Tuban selatan, yang berbatasan dengan Bojonegoro. Masalahnya, jika hujan deras, air dari hulu terbelah menjadi dua bagian yaitu ke utara masuk di Tuban bagian barat dan mengalir ke bagian selatan ke Sungai Kening. “Jelas khawatir,” ujar Suhali, warga Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro,pada Tempo.

    Sebagai catatan, lokasi Kecamatan Trucuk berbatasan dengan Kecamatan Parengan, Tuban. Biasanya air kiriman dari dataran tinggi di Tuban, kerap membuat banjir di kawasan Bojonegoro bagian utara. Dalam dua pekan ini, terjadi dua kali banjir kiriman dari hulu di Tuban.

    Sementara itu, hingga Jumat malam ini, hujan masih turun di sejumlah tempat di Bojonegoro. Sedangkan debit air di Sungai Bengawan Solo, cenderung meningkat. Penyebabnya, selain hujan di hulu, juga air kiriman dari 13 Anak Sungai Bengawan Solo. Ini seperti Sungai Semarmendem, Sungai Dogol, Sungai Kalitidu, Sungai Pacal, dan Sungai Kening.

    Pihak BPBD Bojonegoro telah mengantisipasi naiknya debit air sungai ini.  



    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.