Cegah Rentenir, Kementerian Sosial Luncurkan E-Warong di Tangerang Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peluncuran kapsul waktu sekaligus pemberian bantuan serta peninjauan gudang Bulog di Bengkulu, 12 Oktober 2015. TEMPO/Ester

    Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peluncuran kapsul waktu sekaligus pemberian bantuan serta peninjauan gudang Bulog di Bengkulu, 12 Oktober 2015. TEMPO/Ester

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Kementerian Sosial meluncurkan layanan Elektronik Warong (E-Warong) KUBE-PKH Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS) di aula kantor Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu, 23 November 2016.

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan layanan berbasis teknologi tersebut untuk membantu kesejahteraan sosial dan memberantas rentenir. "Dengan adanya Program Keluarga Harapan (PKH), ini salah satu cara memutus mata rantai rentenir, yang masih banyak berkeliaran. Jadi goodbye, rentenir," ucap Khofifah, Rabu, 23 November 2016.

    Khofifah menjelaskan, setiap kartu E-Warong yang telah dimiliki warga akan diisi Rp 110 ribu oleh pemerintah, yang dapat ditukarkan bahan sembako dan penarikan uang tunai. "Jadi masyarakat dapat memilik sembako, seperti beras dan minyak goreng, dan harganya juga lebih murah dibanding warung lain, sekaligus bisa tarik tunai pada mesin yang tersedia," ujarnya.

    Dalam sosialisasi tersebut, Menteri Sosial bersama Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani turun langsung menguji coba proses penggunaan kartu di E-Warong. Khofifah mengatakan pihaknya sudah menerapkan E-Warong di 44 kota, dan Kota Tangerang Selatan adalah yang ke-34. "Kita berharap sampai Desember bisa sepuluh kota lagi," ujarnya.

    Sedangkan Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Tangerang Selatan Purnama Wijaya menuturkan yang mendapatkan kartu keluarga sejahtera yang bisa bertransaksi dengan E-Warong adalah warga kurang mampu.

    "Program ini mengganti penyaluran beras raskin menjadi berbentuk kartu yang dapat dibelanjakan di E-Warong yang sudah di tunjuk oleh pemerintah. Di Tangerang Selatan, baru ada tujuh E-Warong di tujuh kecamatan," katanya.

    Di Tangerang Selatan, ucap Purnama, ada 16.6 77 rumah tangga miskin (RTM) yang akan mendapatkan kartu keluarga sejahtera tersebut. Saat ini baru sekitar 3.000 warga yang mendapatkan kartu keluarga sejahtera. Nantinya kartu tersebut menjadi seperti kartu anjungan tunai mandiri (ATM).

    "Di sini, bank pemerintah, BNI, bekerja sama dengan Bulog. Jadi, setiap bulan, masyarakat yang mendapatkan kartu keluarga sejahtera bisa belanja minyak, gula pasir, beras, dan mi instan," tuturnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.